Pembangunan daerah yang berkelanjutan sangat bergantung pada kemandirian fiskal suatu wilayah, yang salah satunya dicapai melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah atau yang biasa dikenal dengan singkatan PAD. Di Provinsi Papua Pegunungan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jayawijaya terus berupaya secara maksimal untuk meningkatkan target penerimaan daerah guna menyokong berbagai program pembangunan di masa depan. Untuk tahun anggaran 2026 mendatang, pemerintah daerah setempat telah menetapkan target Pendapatan Asli Daerah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya. Upaya pencapaian target penerimaan yang ambisius ini tentu membutuhkan sinergi yang sangat kuat, baik dari sisi koordinasi internal pemerintahan maupun dari tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah secara tepat waktu.
Berdasarkan sebuah keterangan tertulis resmi yang disampaikan di Wamena pada hari Kamis, Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kabupaten Jayawijaya, Immanuel YAR Rumere, memaparkan secara rinci mengenai proyeksi peningkatan pendapatan tersebut. Target penerimaan daerah ini memang dirancang untuk terus tumbuh secara bertahap demi memenuhi kebutuhan daerah. Pada tahun 2025, target Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayawijaya telah ditetapkan secara resmi sebesar Rp75 miliar. Angka penerimaan tersebut kemudian direncanakan akan mengalami peningkatan yang signifikan menjadi Rp90 miliar pada tahun 2026. Guna merealisasikan lonjakan kenaikan target yang cukup besar ini, pihak Bapenda mengharapkan dukungan penuh serta kesadaran tinggi dari seluruh elemen masyarakat agar senantiasa taat dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka setiap bulannya.








