goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Tantangan Pemerataan Akses Internet dalam Pelayanan Publik Digital di Indonesia

Ding BalangDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan Pemerataan Akses Internet dalam Pelayanan Publik Digital di Indonesia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pertemuan strategis antara Ombudsman RI dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang berlangsung di Jakarta pada hari Kamis (23/7) menjadi momentum penting untuk menyoroti hambatan pelayanan publik di era modern. Fokus utama dari pertemuan ini adalah upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik digital sekaligus mencegah terjadinya malaadministrasi di berbagai daerah. Salah satu persoalan mendasar yang diangkat oleh Ombudsman RI adalah keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah yang secara langsung berdampak pada pemenuhan hak-hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik berbasis digital.

Anggota Ombudsman RI, Partono, menjelaskan secara rinci bahwa pemerataan akses internet di Indonesia masih menghadapi kendala yang cukup besar. Kendala ini terutama dirasakan di wilayah-wilayah tertentu yang mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Akibat dari keterbatasan infrastruktur jaringan ini, berbagai jenis pelayanan administrasi penting bagi masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal. Beberapa sektor yang paling terdampak meliputi pelayanan administrasi kependudukan, layanan kesehatan, bidang pendidikan, perizinan usaha, hingga administrasi pelayanan di tingkat desa.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Kondisi ini menjadi kian mendesak untuk diselesaikan mengingat profil demografi pekerja di tanah air. Saat ini, pekerja di sektor informal yang rentan masih sangat mendominasi struktur ketenagakerjaan di Indonesia dengan proporsi mencapai 59,30 persen. Kelompok pekerja rentan ini sangat bergantung pada efisiensi layanan publik untuk menjaga produktivitas mereka. Oleh karena itu, keterbatasan jaringan internet yang menghambat akses ke layanan digital dinilai dapat memperlebar kesenjangan sosial dan mempersulit pemenuhan hak-hak administratif dasar bagi mayoritas pekerja informal tersebut.

Baca Juga

Alasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis

Alasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis

Dalam pertemuan di Jakarta tersebut, Ombudsman RI menyoroti sejumlah isu strategis nasional yang harus segera diatasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Isu-isu utama tersebut antara lain adalah pemerataan akses internet di wilayah 3T, yaitu daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Selain pemerataan jaringan fisik, pemanfaatan Pusat Data Nasional (PDN) sebagai infrastruktur utama bagi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga menjadi poin krusial yang dibahas. Ombudsman juga menekankan pentingnya aspek interoperabilitas data antarinstansi pemerintah agar layanan digital dapat terintegrasi dengan baik.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga mencakup langkah-langkah konkret untuk memperkuat saluran komunikasi dengan masyarakat. Ombudsman RI mendorong penguatan kanal pengaduan publik, yang di dalamnya mencakup layanan pemblokiran konten bermasalah serta jaminan perlindungan data pribadi masyarakat yang menggunakan layanan digital. Guna mempercepat penyelesaian laporan masyarakat dan memperkuat kajian mendalam mengenai kualitas pelayanan publik digital, Partono mengusulkan penguatan koordinasi yang lebih erat antara pihak Ombudsman RI dan Komdigi.

Di tengah berbagai tantangan perluasan jaringan tersebut, Ombudsman RI memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja yang diraih oleh Komdigi. Kementerian Komunikasi dan Digital tercatat berhasil mempertahankan predikat Kualitas Tertinggi dalam Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik untuk periode tahun 2022 hingga 2025. Secara khusus pada tahun 2025, Komdigi sukses memperoleh Opini Kualitas Tertinggi tanpa Maladministrasi dengan perolehan nilai akhir sebesar 91,41. Menkomdigi Meutya Hafid menyambut baik masukan serta penguatan sinergi ini, khususnya terkait penyediaan akses internet di wilayah 3T yang masih membutuhkan perhatian khusus. Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Ombudsman RI telah menjadwalkan agenda Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik berikutnya yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2026.

Baca Juga

Kejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Kejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Selain isu digitalisasi nasional, pengawasan terhadap kinerja instansi pemerintah dan pelayanan publik di sektor lain juga terus berjalan. Di sektor infrastruktur fisik dan tata kelola, Ombudsman RI baru-baru ini meminta penjelasan resmi dari Kementerian PU mengenai tercantumnya nama istri dan anak dari Menteri PU Dody Hanggodo dalam dokumen resmi kunjungan kerja ke New York. Pada saat yang sama, Indonesia Corruption Watch (ICW) juga meminta Ombudsman RI untuk menindaklanjuti laporan dugaan malaadministrasi terkait rangkap jabatan pejabat publik, serta mendesak agar dikeluarkan rekomendasi kepada Presiden untuk memberhentikan pejabat yang terbukti merangkap jabatan tersebut.

Pengawasan ketat juga diarahkan pada sektor keselamatan transportasi publik. Ombudsman RI menemukan adanya potensi malaadministrasi pada fase prakejadian dalam kasus kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur. Temuan ini didasarkan pada lemahnya mitigasi dan pencegahan risiko kecelakaan oleh pihak terkait. Terlebih lagi, banyak perlintasan kereta api sebidang yang saat ini aktif di Indonesia tercatat sebagai perlintasan tidak resmi, yang meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Sementara itu, dari sisi kebijakan pembangunan nasional, Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar program pemindahan pusat pemerintahan fisik semata, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh tata kelola pemerintahan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pelayanan PublikKomdigiOmbudsman RIAkses Internet

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal dan Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026Hasil Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026, Imbang 1-1, Garuda Gagal ke SemifinalAlasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi GratisKejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie AdriansyahLangkah Thailand Pangkas Pajak Cukai demi Menarik Pabrik Mobil BaruAliansi Pertahanan Baru Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, Apa Saja Poin Pentingnya?Pencurian Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Lumpuhkan Deteksi SeismikKomitmen Kemendagri Mendorong Penghijauan Berkelanjutan di Daerah

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap