goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Langkah Thailand Pangkas Pajak Cukai demi Menarik Pabrik Mobil Baru

Joko PrabowoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Thailand Pangkas Pajak Cukai demi Menarik Pabrik Mobil Baru
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Persaingan untuk menarik investasi manufaktur di kawasan Asia Tenggara kini memasuki babak baru yang semakin kompetitif. Berbagai negara di kawasan ini terus merancang strategi terbaik agar dapat dilirik oleh para raksasa otomotif dunia yang tengah mencari basis produksi baru. Salah satu langkah paling signifikan yang sedang dipersiapkan datang dari Thailand. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Gajah Putih ini berencana untuk memberikan insentif pajak yang cukup besar. Kebijakan ini sengaja dirancang untuk menarik minat para produsen mobil global agar tidak hanya memasarkan produk mereka, tetapi juga mendirikan fasilitas perakitan dan pabrik pembuatan mobil secara langsung di dalam negeri. Langkah strategis ini mencerminkan tekad kuat untuk memperkokoh posisi mereka sebagai salah satu pusat otomotif utama di kawasan regional.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Dasar utama dari perumusan kebijakan ini adalah rencana pemotongan tarif cukai yang ditujukan khusus bagi produsen mobil yang bersedia menanamkan modalnya untuk membangun fasilitas produksi lokal. Tidak hanya sekadar mendirikan bangunan fisik pabrik, para pelaku industri otomotif tersebut juga diwajibkan untuk meningkatkan porsi penggunaan komponen serta bahan baku lokal dalam proses produksinya. Dengan mendorong penggunaan komponen lokal, pemerintah setempat berharap dapat menghidupkan rantai pasok domestik dan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih luas.

Langkah ini juga didorong oleh target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Kementerian Keuangan Thailand baru-baru ini telah menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 menjadi 2,5 persen. Angka proyeksi terbaru ini mencatatkan peningkatan jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang berada di level 2,4 persen. Dalam jangka menengah, pemerintah setempat menargetkan potensi pertumbuhan ekonomi dapat melaju lebih kencang hingga mencapai lebih dari 3 persen dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Untuk mendukung akselerasi tersebut, ada pula target peningkatan nilai investasi yang sangat agresif, yakni menyentuh angka 30 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu empat tahun yang sama.

Baca Juga

IHSG Tembus Level 6.409 pada Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Rp 17.885

IHSG Tembus Level 6.409 pada Akhir Pekan, Rupiah Menguat ke Rp 17.885

Dampak dari insentif ini tidak hanya akan dirasakan oleh industri otomotif skala besar, melainkan juga akan merambah ke sektor energi dan rumah tangga secara langsung. Untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan, pemerintah setempat mengaitkan pengembangan sektor otomotif dengan transisi energi bersih. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah rencana pengalokasian dana pinjaman yang sangat besar. Dari total dana pinjaman yang disiapkan senilai 400 miliar baht atau sekitar Rp200 triliun (menggunakan asumsi kurs Rp500 per baht), pemerintah berencana mengalokasikan separuh dari dana tersebut khusus untuk menyokong program transisi menuju energi bersih.

Di sektor domestik, masyarakat juga dilibatkan secara aktif melalui pemberian dukungan finansial sebesar 50.000 baht atau setara dengan sekitar Rp25 juta per rumah tangga. Dana dukungan ini diberikan bersamaan dengan penyediaan fasilitas pinjaman yang ditujukan untuk pemasangan panel surya atap di rumah-rumah warga. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung ketersediaan daya yang ramah lingkungan. Sementara itu, di sektor transportasi, program kendaraan listrik senilai US$700 juta atau sekitar Rp11,6 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS) tengah digarap secara intensif. Program bernilai jumbo ini ditargetkan mampu mengganti hingga 80.000 unit kendaraan konvensional yang ada saat ini dengan kendaraan bertenaga listrik yang lebih bersih dan efisien.

Baca Juga

Pergerakan Pasar Finansial Akhir Pekan, Rupiah Menguat dan Tudingan Diplomasi Teater Iran

Pergerakan Pasar Finansial Akhir Pekan, Rupiah Menguat dan Tudingan Diplomasi Teater Iran

Mengenai langkah selanjutnya, rencana pemotongan pajak cukai ini masih harus melewati tahapan persetujuan resmi dari pihak berwenang. Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, mengonfirmasi bahwa usulan insentif pajak tersebut saat ini sedang dimatangkan dan ditargetkan untuk diajukan kepada kabinet pada bulan September mendatang. Pengajuan pada bulan September ini akan menjadi penentu penting apakah rencana pemberian insentif ini dapat segera diterapkan untuk menarik minat para investor yang tengah menimbang-nimbang lokasi investasi baru mereka.

Bagi pemerintah setempat, kebijakan ini bukan sekadar program jangka pendek untuk mendongkrak angka statistik tahunan. Kebijakan insentif pajak dan transisi energi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang yang sangat besar. Ekniti Nitithanprapas menyatakan bahwa pemerintah memiliki target ambisius untuk menjadikan Thailand sebagai negara berpendapatan tinggi dalam kurun waktu 12 tahun ke depan. Oleh karena itu, keberhasilan pengajuan proposal pada bulan September mendatang serta realisasi investasi di sektor otomotif dan energi bersih akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan lompatan ekonomi tersebut di kawasan Asia Tenggara.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiotomotifAsia TenggaraThailandInsentif Pajak

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal dan Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026Hasil Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026, Imbang 1-1, Garuda Gagal ke SemifinalAlasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi GratisKejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie AdriansyahTantangan Pemerataan Akses Internet dalam Pelayanan Publik Digital di IndonesiaAliansi Pertahanan Baru Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, Apa Saja Poin Pentingnya?Pencurian Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Lumpuhkan Deteksi SeismikKomitmen Kemendagri Mendorong Penghijauan Berkelanjutan di Daerah

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap