goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Alasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis

Agus KusumaDiterbitkan 7 Agu 2026 - 22.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Sekolah Swasta Elite Tidak Membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi tengah melakukan penataan ulang terhadap sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diambil untuk memastikan anggaran negara tersalurkan secara tepat guna kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan. Dalam perkembangan terbaru, sekolah swasta dengan biaya pendidikan tinggi atau kategori elite dipastikan tidak akan mendapatkan fasilitas makanan gratis ini. Langkah penyaringan ini ditujukan agar alokasi program lebih berkeadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Sudaryono
, menjelaskan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026). Menurut keterangannya, sekolah-sekolah swasta elite tidak memerlukan program bantuan pangan tersebut karena kemampuan finansial mandiri yang dimiliki oleh yayasan maupun orang tua murid di sana. Berikut adalah rincian informasi penting mengenai kebijakan penyaringan penerima MBG dalam bentuk tanya jawab terperinci.

Mengapa sekolah swasta elite tidak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis?

Keputusan untuk mengeluarkan sekolah swasta elite dari daftar penerima program didasari oleh tingkat kemampuan ekonomi para siswa dan lembaga pendidikan tersebut. Sekolah swasta yang dicoret umumnya mengenakan biaya pendidikan yang cukup tinggi, sehingga para orang tua murid dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka secara mandiri tanpa bantuan pemerintah. Program MBG dirancang untuk membantu menekan angka kekurangan gizi di kalangan masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial, bukan untuk kelompok yang secara ekonomi sudah berkecukupan. Dengan demikian, alokasi anggaran dapat dialihkan ke sekolah lain yang kondisinya lebih mendesak.

Bagaimana pembagian kategori masyarakat yang tidak menerima manfaat ini?

Baca Juga

Penangkapan Dua Terduga Pembunuh Bos Konter HP di Semarang, Kronologi dan Temuan Polisi

Penangkapan Dua Terduga Pembunuh Bos Konter HP di Semarang, Kronologi dan Temuan Polisi

Penentuan sasaran penerima manfaat ini juga merujuk pada desil sosial ekonomi masyarakat secara nasional. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, sebelumnya menjelaskan bahwa program MBG tidak akan diberikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi desil 8 hingga desil 10. Kelompok desil 8-10 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi atau mampu. Keputusan mengenai penataan dan pembagian penerima manfaat ini dibahas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang diselenggarakan pada Rabu sore di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/7/2026).

Bagaimana proses penyaringan sekolah yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional?

BGN saat ini sedang aktif menyisir dan mengidentifikasi sekolah swasta mana saja yang tidak memerlukan program MBG. Proses identifikasi ini dilakukan secara cermat agar tidak terjadi salah sasaran di lapangan. Hingga saat ini, sudah ada ratusan sekolah swasta yang secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan program bantuan makanan tersebut. Sekolah-sekolah ini secara sukarela mengundurkan diri agar kuota bantuan dapat dialihkan kepada sekolah atau daerah lain yang membutuhkan. Langkah proaktif dari pengelola sekolah swasta ini sangat membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemetaan.

Bagaimana koordinasi antara pemerintah dengan pihak sekolah dan orang tua murid terkait penolakan ini?

Langkah penolakan atau pengunduran diri dari sekolah-sekolah yang berkecukupan ini tidak diputuskan secara sepihak oleh pemerintah maupun pengelola yayasan saja. Kepala BGN memastikan bahwa proses ini telah dikomunikasikan secara baik dengan berbagai pihak terkait di internal sekolah masing-masing. Komunikasi intensif dilakukan dengan pihak kepala sekolah, orang tua murid, hingga komite sekolah. Dengan adanya dialog yang transparan dan komunikatif, semua pihak memahami bahwa pengalihan bantuan ini bertujuan demi pemenuhan asas keadilan sosial yang lebih luas.

Baca Juga

Kejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Kejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah

Berapa jumlah pasti sekolah swasta elite yang batal menerima program ini?

Terkait dengan data pasti mengenai jumlah sekolah swasta elite yang telah menyatakan mundur dari program MBG, pemerintah belum merilis angka tetap yang mengikat. Sudaryono menyebutkan bahwa angka tersebut saat ini masih bersifat dinamis. Proses penghitungan final masih terus berjalan seiring dengan penyisiran yang terus dilakukan oleh BGN di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, jumlah sekolah yang tidak menerima program ini diprediksi masih akan bertambah seiring berjalannya proses verifikasi dan laporan dari lapangan.

Apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Badan Gizi Nasional setelah penyisiran ini?

Setelah proses penyisiran dan penghitungan final selesai dilakukan, BGN akan mematangkan data penerima manfaat agar program dapat segera diimplementasikan secara merata dan efektif. Fokus utama pemerintah adalah mengarahkan seluruh sumber daya program MBG ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta yang murid-muridnya berada di desil sosial menengah ke bawah. Evaluasi berkala juga akan terus dilakukan untuk memantau efektivitas penyaluran gizi di lapangan agar tepat sasaran, tepat guna, serta tidak tumpang tindih dengan program bantuan lainnya.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Badan Gizi NasionalSudaryonoMakan Bergizi GratisSekolah Swasta

Berita Terbaru Lainnya

Penangkapan Dua Terduga Pembunuh Bos Konter HP di Semarang, Kronologi dan Temuan PolisiJadwal dan Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026Hasil Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026, Imbang 1-1, Garuda Gagal ke SemifinalKejagung Telusuri Peran Tiga Tersangka Kasus Pencucian Uang Febrie AdriansyahLangkah Thailand Pangkas Pajak Cukai demi Menarik Pabrik Mobil BaruTantangan Pemerataan Akses Internet dalam Pelayanan Publik Digital di IndonesiaAliansi Pertahanan Baru Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, Apa Saja Poin Pentingnya?Pencurian Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Lumpuhkan Deteksi Seismik

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap