Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia menyusul kepergian salah satu tokoh pentingnya. Bambang Sutrisno, atau yang lebih dikenal luas oleh publik dengan nama panggung Trisno dan Trisnoize, meninggal dunia pada usia 56 tahun. Bassist sekaligus salah satu pendiri grup musik rock alternatif Pas Band ini mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, tepat pada pukul 14.29. Ia berpulang saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina yang berlokasi di Bandung. Kabar kepergian Trisno pertama kali disampaikan kepada publik oleh rekan satu bandnya, yaitu drummer Pas Band, Sandy Andarusman, melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya. Pengumuman tersebut sontak membawa kesedihan mendalam bagi para penikmat musik rock di tanah air, mengingat sosoknya yang telah berkarier selama lebih dari tiga dekade.
Sebelum meninggal dunia, Trisno diketahui harus melewati perjuangan panjang melawan masalah kesehatan yang cukup serius. Ia didiagnosis menderita penyakit gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani perawatan medis secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya pengobatannya, sang musisi harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin. Kondisi kesehatan Trisno dikabarkan semakin memburuk setelah tim medis menemukan adanya sumbatan darah di bagian otaknya. Sumbatan tersebut sangat berisiko karena dapat memicu terjadinya serangan stroke. Akibat penurunan kondisi kesehatannya yang drastis, ia sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum akhirnya tutup usia. Berdasarkan informasi yang dibagikan, jenazah Trisno dijadwalkan untuk dimakamkan di Bandung pada keesokan harinya, yakni Minggu pagi, tanggal 2 Agustus 2026.








