Insiden kekerasan dalam pertandingan sepak bola antarkampung atau yang sering disebut tarkam kembali terjadi di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah. Seorang wasit yang bertugas memimpin jalannya laga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok suporter di lapangan. Kejadian ini bermula ketika para pendukung salah satu tim yang bertanding tidak menerima keputusan wasit terkait sebuah pelanggaran. Akibat insiden tersebut, wasit yang memimpin pertandingan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Peristiwa ini menambah daftar masalah terkait keamanan dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola tingkat lokal di daerah tersebut.
Berdasarkan informasi yang ada, insiden pengeroyokan ini terjadi dalam sebuah turnamen sepak bola bertajuk Danlanud Cup 2026. Pertandingan yang berujung pada kericuhan tersebut mempertemukan dua kesebelasan, yaitu Andalas FC yang berasal dari Kabupaten Banjarnegara, melawan tim Gama Adipasir. Laga ini diselenggarakan di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Jenderal Besar Soedirman, atau yang juga dikenal dengan wilayah Wirasaba. Pertandingan antara Andalas FC dan Gama Adipasir tersebut dilangsungkan pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Pada awalnya, jalannya pertandingan berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara.








