Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah belakangan ini mengundang perhatian publik setelah beredarnya sebuah foto viral. Foto tersebut memperlihatkan para siswa di SDN Tanggirejo, Grobogan, Jawa Tengah, yang sedang menyantap makanan dari program MBG di depan ruang kelas dengan kondisi atap rusak. Kejadian ini menimbulkan anggapan di kalangan masyarakat bahwa anggaran negara tersedot untuk program MBG dan mengorbankan perbaikan sekolah. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan penjelasan resmi guna meluruskan persepsi publik.
Apakah program Makan Bergizi Gratis menguras anggaran negara dan mengorbankan perbaikan sekolah? Kepala BGN Sudaryono menepis anggapan tersebut dengan menegaskan bahwa program MBG tidak menggerus anggaran negara. Program penyediaan makanan bergizi dan perbaikan fasilitas sekolah merupakan dua hal yang berbeda. Skema pendanaan untuk kedua program ini juga berbeda. Sebagai contoh, dapur MBG dibangun oleh mitra, bukan mengambil dari anggaran perbaikan sekolah.








