Musim kemarau sering kali memicu krisis air bersih, seperti yang dialami warga di RT 002/RW 004, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Depok. Di wilayah ini, sejumlah sumur warga mengering dan debit air hanya menetes kecil pada jam-jam tertentu. Untuk mengatasi situasi sulit ini, terdapat beberapa langkah darurat yang bisa diterapkan agar kebutuhan minimal tetap terpenuhi. Berikut panduan praktis bertahan di tengah krisis air berdasarkan pengalaman warga terdampak.
Pertama, lakukan penghematan air secara maksimal untuk sanitasi dasar. Saat pasokan terbatas, prioritaskan air untuk aktivitas mendesak seperti membasuh muka, mencuci tangan, dan buang air kecil. Sebagai contoh, warga bernama Hayati (46) harus bertahan dengan mengandalkan satu hingga dua bak air per hari untuk kebutuhan pokok tersebut. Penghematan ini sangat penting, terutama jika sumber air digunakan bersama. Di rumah Hayati yang dihuni 6 orang, satu sumur terpaksa dipakai bergantian oleh 10 orang karena turut digunakan oleh tetangga sebelahnya.








