goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Pengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran Lama

Joko PrabowoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 23.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Block di Kebayoran Lama
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Tumpukan sampah plastik di wilayah perkotaan kerap menjadi persoalan pelik yang belum menemui jalan keluar instan. Di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sebuah inisiatif lokal mencoba menawarkan solusi nyata dengan mengolah sampah plastik tertolak menjadi bahan baku pembuatan paving block ramah lingkungan. Langkah ini tercatat mulai menarik perhatian publik pada 7 Agustus 2026, sebagai salah satu upaya menekan volume sampah yang dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir.

Kebayoran Lama, yang dikenal sebagai salah satu wilayah padat penduduk dengan aktivitas ekonomi dan pemukiman yang sangat dinamis di Jakarta Selatan, menjadi lokasi penting bagi proyek pengolahan ini. Sampah plastik tertolak鈥攋enis plastik yang biasanya tidak laku dijual kembali oleh pemulung atau sulit didaur ulang oleh industri konvensional karena kontaminasi atau material multilayer鈥攄ikumpulkan dan diproses secara khusus. Melalui metode peleburan dan pencetakan yang dikembangkan di kawasan tersebut, sampah yang awalnya hanya menjadi timbunan kotor kini diubah menjadi material pengeras jalan atau paving block yang memiliki fungsi praktis baru.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Bagi warga Jakarta Selatan yang ingin memahami lebih dalam mengenai gerakan pelestarian lingkungan ini, inisiatif di Kebayoran Lama memberikan rujukan berharga tentang bagaimana pengelolaan limbah di tingkat komunitas dapat berjalan secara mandiri. Kehadiran paving block dari bahan daur ulang ini tidak hanya berpotensi mengurangi beban tempat pembuangan sampah akhir, tetapi juga membuka kesadaran baru bagi warga sekitar mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga masing-masing. Kantong kresek sekali pakai, kemasan makanan ringan, dan berbagai jenis residu plastik lainnya kini memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali daripada sekadar menyumbat saluran air atau memperparah banjir lokal.

Baca Juga

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari Petojo

Persoalan sampah plastik di Jakarta memang membutuhkan pendekatan yang tidak biasa. Selama ini, sebagian besar plastik bernilai rendah berakhir di tempat pembuangan akhir karena tidak memiliki nilai ekonomis bagi para pengumpul barang bekas. Dengan adanya fasilitas pengolahan di Kebayoran Lama ini, rantai pasok sampah plastik yang biasanya terputus di tempat sampah kini coba disambungkan kembali. Upaya ini memberikan alternatif pemanfaatan residu plastik yang selama ini diabaikan, sekaligus menguji sejauh mana komunitas lokal dapat konsisten menjalankan produksi paving block daur ulang di tengah keterbatasan fasilitas pendukung.

Meskipun inovasi ini membawa harapan baru bagi pengelolaan lingkungan perkotaan, terdapat beberapa aspek teknis dan keterbatasan informasi yang perlu disikapi secara realistis oleh masyarakat luas. Hingga saat ini, data spesifik mengenai kekuatan tekan dan daya tahan mekanis paving block berbahan plastik ini dibandingkan dengan paving block semen konvensional masih belum tersedia secara luas. Belum ada laporan teknis mendalam yang memaparkan seberapa besar beban kendaraan yang aman untuk melintasi permukaan paving block ini, atau bagaimana ketahanannya terhadap suhu udara ekstrem serta paparan sinar matahari Jakarta yang terik dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Baca Juga

Menkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur

Menkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur

Selain masalah kekuatan struktur fisik, potensi dampak lingkungan jangka panjang dari penggunaan material plastik di ruang terbuka juga masih menyisakan ketidakpastian yang perlu diteliti lebih lanjut. Publik dan para pemerhati lingkungan masih memerlukan kajian ilmiah yang jelas mengenai risiko pelepasan partikel mikroplastik ke dalam tanah atau sistem air tanah di sekitarnya, terutama ketika paving block tersebut mulai mengalami pengikisan akibat gesekan kendaraan dan limpahan air hujan. Tanpa adanya hasil uji laboratorium independen yang dipublikasikan secara transparan, klaim ramah lingkungan pada produk ini masih bersifat spekulatif dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

Bagi komunitas lokal di wilayah Jakarta Selatan yang tertarik untuk mengadopsi atau mempelajari sistem pengolahan sampah ini, penguatan sistem pemilahan sampah di tingkat Rukun Terrangga (RT) dan Rukun Warga (RW) menjadi langkah awal yang sangat krusial. Memisahkan sampah plastik tertolak sejak dari area dapur rumah tangga akan sangat membantu menjaga kelancaran pasokan bahan baku bagi unit pengolahan di Kebayoran Lama. Melalui kolaborasi yang erat antara warga, petugas kebersihan, dan para pegiat daur ulang, langkah kecil ini diharapkan dapat terus disempurnakan hingga melahirkan standar produk daur ulang yang aman, kuat, dan teruji secara ilmiah untuk masa depan kota.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jakarta SelatanKebayoran Lama

Berita Terbaru Lainnya

Perjalanan Djoko Susanto Membangun Jaringan Ritel Alfamart dari PetojoMenelusuri Langkah Alih Kepemilikan Matahari Department Store ke Tangan Lippo GroupMenkeu Tinjau PSO Bea Cukai Kupang untuk Perkuat Pengawasan Laut di Perbatasan TimurKolaborasi Changhong Indonesia dan Rossa dalam Kampanye Langgeng BersamaTransaksi QRIS Tembus Rp600,69 Triliun pada Paruh Pertama 2026Langkah Mengoptimalkan Produktivitas Kebun Sawit Rakyat untuk Menjaga Pasokan NasionalSiaran Langsung Chelsea vs Milan di Indonesia Super Cup 2026, Link Live Streaming dan Jadwal LengkapHasil SEA V-Cup 2026 Hari Ini, Indonesia Takluk 0-3 dari Thailand

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026