goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Keuangan

Mengevaluasi Kinerja Keuangan Bank Danamon Semester I-2026

Ding BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengevaluasi Kinerja Keuangan Bank Danamon Semester I-2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Menganalisis laporan keuangan industri perbankan merupakan langkah krusial bagi nasabah maupun pengamat ekonomi untuk mengetahui tingkat stabilitas suatu lembaga keuangan. Salah satu contoh yang dapat dipelajari secara mendalam adalah pencapaian PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) pada paruh pertama tahun ini. Melalui paparan kinerja secara virtual yang diselenggarakan dari Jakarta pada hari Kamis, 30 Juli 2026, bank tersebut membagikan sejumlah pencapaian penting sepanjang semester I-2026. Data-data yang dipublikasikan ini dapat menjadi acuan praktis dalam mengevaluasi kesehatan finansial sebuah bank.

Langkah pertama dalam mengevaluasi kinerja bank adalah melihat tingkat profitabilitas melalui perolehan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan non-pengendali. Berdasarkan data per semester I-2026, Bank Danamon berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp2,4 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 33% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy). Chief Financial Officer Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja, menjelaskan bahwa peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan serta perbaikan kualitas kredit. Perbaikan ini secara langsung tercermin dari penurunan biaya kredit atau cost of credit sebesar 12% year-on-year.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah kedua adalah memeriksa penyaluran kredit untuk mengukur seberapa aktif bank dalam menjalankan fungsi intermediasi ke masyarakat dan sektor usaha. Hingga tanggal 30 Juni 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasian Bank Danamon telah mencapai angka Rp230,1 triliun. Pencapaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 12% apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan penyaluran kredit ini tidak hanya bergantung pada satu sektor, melainkan ditopang oleh seluruh lini bisnis perusahaan. Lini bisnis tersebut mencakup enterprise banking & financial institution, SME banking, consumer banking, hingga kontribusi dari anak usaha Danamon.

Baca Juga

Proyeksi Kenaikan BI Rate dan Arah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Akhir 2026

Proyeksi Kenaikan BI Rate dan Arah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Akhir 2026

Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah memantau kualitas aset yang dimiliki oleh bank. Ekspansi kredit yang tinggi harus selalu diimbangi dengan manajemen risiko yang ketat agar tidak membebani keuangan perusahaan di masa mendatang. Anda dapat mengukur kualitas aset ini melalui rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto. Pada kasus Bank Danamon, rasio NPL bruto dilaporkan membaik menjadi 1,7%. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 33 bps dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang menandakan bahwa bank mampu menjaga kualitas pinjamannya di tengah upaya peningkatan penyaluran kredit.

Langkah keempat adalah menganalisis kemampuan bank dalam menghimpun dana melalui metrik dana pihak ketiga (DPK). Komponen DPK yang terdiri dari giro, tabungan, deposito, dan kas merupakan urat nadi bagi bank untuk membiayai operasional dan menyalurkan kredit. Pada semester I-2026, total DPK konsolidasian Bank Danamon tercatat mencapai Rp181,7 triliun. Angka penghimpunan dana ini mengalami peningkatan sebesar 14% yoy. Pertumbuhan DPK yang solid menunjukkan tingginya likuiditas yang dimiliki bank sekaligus mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menarik minat nasabah untuk menempatkan dana mereka.

Baca Juga

Alasan Kepala Daerah Meminta Tidak Ada Pemotongan Anggaran pada 2027

Alasan Kepala Daerah Meminta Tidak Ada Pemotongan Anggaran pada 2027

Langkah kelima adalah mengevaluasi tingkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan bunga dari aktiva produktifnya setelah dikurangi biaya bunga yang dibayarkan kepada nasabah penyimpan dana. Dari sisi profitabilitas ini, Bank Danamon membukukan NIM konsolidasian sebesar 8,1% pada paruh pertama tahun 2026. Menurut penjelasan dari manajemen, kinerja intermediasi yang berjalan dengan baik sangat berkontribusi terhadap pencapaian profitabilitas perseroan secara keseluruhan. Dengan merangkai kelima langkah evaluasi di atas, masyarakat dapat membaca dan menilai kesehatan kinerja keuangan suatu perbankan secara lebih komprehensif dan terstruktur.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

laporan keuanganBank DanamonBDMNSektor Perbankan

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Proyek Strategis di Kalimantan Utara untuk Mendukung IKNStrategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumawePerluasan Fasilitas Kran Air Siap Minum di Tujuh Sekolah Kota BanjarmasinIndustri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian GlobalBapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi SyaratStrategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala DaerahLangkah Pertamina Perkuat Aspek ESG demi Transformasi Bisnis BerkelanjutanPenahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap