Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) secara konsisten memandang kebudayaan sebagai bagian penting dari upaya penguatan karakter bangsa. Di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia, identitas budaya lokal memegang peranan krusial sebagai fondasi kekayaan nasional. Salah satu identitas budaya yang mendapatkan perhatian khusus adalah budaya Tau Samawa. Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, secara tegas menyatakan bahwa identitas budaya Tau Samawa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional. Pernyataan mengenai kedudukan budaya lokal ini disampaikannya dalam sebuah sarasehan kebudayaan bertema "Budaya dan Identitas Tau Samawa". Acara sarasehan kebudayaan tersebut berlangsung di Sumbawa dan dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.








