goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Sosial Budaya

Mengenal Identitas Budaya Tau Samawa, Makna, Indikator Komunitas, dan Perannya sebagai Kekayaan Nasional

Nyaring JalungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 21.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Identitas Budaya Tau Samawa, Makna, Indikator Komunitas, dan Perannya sebagai Kekayaan Nasional
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) secara konsisten memandang kebudayaan sebagai bagian penting dari upaya penguatan karakter bangsa. Di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia, identitas budaya lokal memegang peranan krusial sebagai fondasi kekayaan nasional. Salah satu identitas budaya yang mendapatkan perhatian khusus adalah budaya Tau Samawa. Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, secara tegas menyatakan bahwa identitas budaya Tau Samawa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional. Pernyataan mengenai kedudukan budaya lokal ini disampaikannya dalam sebuah sarasehan kebudayaan bertema "Budaya dan Identitas Tau Samawa". Acara sarasehan kebudayaan tersebut berlangsung di Sumbawa dan dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Pemahaman mengenai identitas ini tidak lepas dari akar bahasa lokal yang digunakan oleh masyarakat setempat. Kata "tau" sendiri berasal dari bahasa Sumbawa yang secara harfiah memiliki arti orang atau manusia. Sementara itu, kata "samawa" adalah sebutan atau nama lain dari daerah Sumbawa yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran Johan Rosihan dalam sarasehan tersebut juga sejalan dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat dari wilayah tersebut. Johan Rosihan tercatat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) NTB 1 Pulau Sumbawa. Melalui posisinya tersebut, ia terus mendorong agar nilai-nilai kebudayaan dari wilayah Sumbawa dapat terus dipertahankan dan diakui.

Baca Juga

Kasus Penipuan Modus Polisi Gadungan di Banjarbaru, Kronologi dan Total Kerugian

Kasus Penipuan Modus Polisi Gadungan di Banjarbaru, Kronologi dan Total Kerugian

Lebih jauh mengenai makna identitas tersebut, pandangan dari sudut pandang akademis disampaikan oleh Rusli Cahyadi. Akademisi Rusli Cahyadi menyatakan dengan jelas bahwa identitas Tau Samawa bukanlah sebuah identitas yang bersifat statis ataupun semata-mata diwariskan hanya karena faktor kelahiran. Untuk memperkuat pandangannya mengenai keanggotaan masyarakat ini, Rusli Cahyadi mengacu pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh antropolog bernama Peter R. Goethals mengenai Desa Rarak di Sumbawa. Dari hasil penelitian Goethals tersebut, ditemukan sedikitnya dua belas indikator utama yang menunjukkan bahwa seseorang benar-benar menjadi bagian dari komunitas masyarakat tersebut secara utuh.

Indikator-indikator keanggotaan komunitas yang ditemukan dalam penelitian tersebut sangat beragam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Beberapa indikator tersebut mencakup hubungan kekerabatan, kepemilikan tanah, keterlibatan dalam pertanian, aktivitas keagamaan, hingga partisipasi dalam berbagai kewajiban sosial. Kewajiban sosial yang termasuk di dalam indikator komunitas ini meliputi tugas ronda, pembayaran pajak, dan keterlibatan dalam kehidupan adat. Terkait dengan keterikatan sosial ini, Rusli Cahyadi juga menyoroti sebuah konsep lokal yang berbunyi "Satama Djiwa dalam Karang. Nyenan". Konsep tersebut merupakan ungkapan yang menggambarkan seseorang yang telah "memasukkan jiwanya" ke dalam komunitas.

Baca Juga

Cara Mempersiapkan Pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil di Perguruan Tinggi

Cara Mempersiapkan Pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil di Perguruan Tinggi

Agar kekayaan budaya dan nilai-nilai sosial yang mendalam ini tidak punah, langkah-langkah pelestarian harus terus diupayakan. Johan Rosihan menilai bahwa ruang-ruang dialog seperti sarasehan kebudayaan perlu untuk terus dihadirkan secara berkesinambungan. Tujuannya adalah agar nilai-nilai lokal dapat didokumentasikan, dikaji secara ilmiah, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Senada dengan semangat pelestarian tersebut, seniman Sumbawa, Iqbal Sanggo, turut memberikan pandangannya. Iqbal Sanggo menekankan bahwa kebudayaan Tau Samawa tidak boleh dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu. Ia menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MPR RITau SamawaSumbawaBudaya NasionalNusa Tenggara Barat

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Laga Pramusim, Real Madrid Ditahan Imbang Fiorentina 2-2 di AustriaMenag Nasaruddin Umar Ajak Masyarakat Bersyukur atas Ketangguhan Indonesia di Tengah Dinamika GlobalUrutan Pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di MonasKasus Polisi Gadungan di Banjarbaru dan Panduan Menghindari Penipuan Rekrutmen PekerjaanPertumbuhan Pengelolaan Zakat dan Wakaf Nasional 2025 Capai Rp44,6 TriliunJadwal Tayang dan Sinopsis One Piece Episode 1172, Kiamat Elbaph DimulaiKasus Penipuan Modus Polisi Gadungan di Banjarbaru, Kronologi dan Total KerugianCara Mempersiapkan Pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil di Perguruan Tinggi

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap