goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Internasional

Menelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika Utara

Iswan TandirerungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 21.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika Utara
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Mengetahui status Ceuta dan Melilla memerlukan pemahaman mendalam tentang sejarah panjang dan letak geografisnya yang unik. Kedua wilayah ini merupakan bagian dari Spanyol yang terletak di pesisir utara benua Afrika. Ceuta secara geografis berbatasan langsung dengan daratan Maroko dan berada di Selat Gibraltar, yakni sebuah jalur sempit yang menghubungkan perairan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania. Sementara itu, Melilla merupakan kota otonom Spanyol yang berlokasi persis di pesisir Laut Mediterania. Melalui uraian ini, Anda dapat mempelajari langkah demi langkah bagaimana kedua wilayah tersebut beralih kekuasaan hingga akhirnya menjadi titik perhatian utama dalam isu migrasi global menuju daratan benua Eropa saat ini.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Langkah pertama untuk memahami wilayah ini adalah dengan menelusuri sejarah kepemilikannya yang berganti-ganti sejak masa lampau. Pada awalnya, Ceuta dan Melilla berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Setelah kekuasaan Romawi mulai melemah, bangsa Vandal kemudian mengambil alih kendali atas wilayah tersebut. Perubahan besar lalu terjadi pada tahun 711 Masehi ketika pasukan Dinasti Umayyah membawa kedua kota ini ke bawah pemerintahan Muslim Berber. Proses perebutan kembali wilayah atau yang dikenal sebagai reconquista oleh kerajaan-kerajaan Kristen di wilayah utara berlangsung selama berabad-abad. Proses panjang ini baru benar-benar berakhir setelah jatuhnya wilayah Granada pada tahun 1492. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, Spanyol kemudian berhasil menguasai Melilla pada tahun 1497. Di sisi lain, perjalanan Ceuta sedikit berbeda karena sempat dikuasai oleh Portugal sebelum akhirnya diserahkan ke bawah kendali pemerintahan Spanyol pada tahun 1668.

Langkah kedua adalah mempelajari status administrasi politik serta sengketa kedaulatan yang menyelimutinya. Saat ini, Ceuta dan Melilla secara resmi merupakan bagian administratif dari negara Spanyol dan secara otomatis juga termasuk ke dalam wilayah Uni Eropa. Pada awal abad kedua puluh, Prancis dan Spanyol sama-sama memiliki protektorat di Maroko. Ketika Prancis mengakhiri protektoratnya atas Maroko pada tahun 1956, yang kemudian disusul oleh berakhirnya protektorat Spanyol dua tahun kemudian pada 1958, status kedua kota ini tetap berada di bawah kekuasaan Spanyol. Meskipun wilayah administrasi lain seperti Sidi Ifni pada akhirnya telah dikembalikan kepada Maroko pada tahun 1969, Spanyol tetap mempertahankan Ceuta dan Melilla hingga saat ini. Pemerintah Maroko terus berupaya mengajukan klaim kedaulatan atas kedua wilayah tersebut, namun klaim ini secara tegas tidak diakui oleh pihak Spanyol maupun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga

Kejelasan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang dan Nasib Ratusan Kapal yang Sempat Tertahan

Kejelasan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang dan Nasib Ratusan Kapal yang Sempat Tertahan

Langkah ketiga adalah melihat komposisi penduduk dan aspek sosial budaya yang unik di wilayah tersebut. Sebagai ruang pertemuan antara benua Afrika dan Eropa, karakter masyarakat di Ceuta dan Melilla sangat beragam. Di kedua kota ini, umat Kristen membentuk kelompok masyarakat yang terbesar, sedangkan umat Islam mencakup sekitar 40 persen dari total jumlah populasi penduduk. Dalam hal komunikasi dan administrasi pemerintahan, bahasa Spanyol ditetapkan sebagai bahasa resmi. Namun, dalam interaksi kehidupan sehari-hari, banyak warga yang lebih memilih berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Arab Maroko serta bahasa Amazigh. Kendati digunakan secara luas oleh masyarakat, kedua bahasa lokal tersebut belum mendapatkan pengakuan resmi di dalam sistem pemerintahan maupun lembaga pendidikan formal di Ceuta dan Melilla.

Langkah keempat adalah menganalisis sistem keamanan perbatasan dan isu kemanusiaan yang sering kali terjadi di sana. Karena statusnya sebagai wilayah daratan milik Uni Eropa yang berada di benua Afrika, otoritas Spanyol menerapkan pengawasan yang sangat ketat. Pagar pembatas modern pertama kali mulai didirikan pada tahun 1993. Selain menggunakan pagar fisik di darat, pemerintah Spanyol juga memantau jalur laut di wilayah perbatasan dengan menggunakan sistem teknologi khusus yang bernama Integrated System of External Vigilance (SIVE). Kondisi geografis dan politik ini membuat Ceuta dan Melilla kerap menjadi tujuan utama para migran dari berbagai negara, termasuk sebuah gelombang migrasi besar yang terjadi pada akhir bulan Juli 2026.

Baca Juga

Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026

Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026

Langkah kelima atau tahap terakhir untuk melengkapi analisis ini adalah dengan mencatat sejumlah insiden perbatasan yang pernah terjadi dalam dua dekade terakhir. Menurut data yang dirilis oleh Amnesti Internasional, upaya ratusan migran untuk menerobos pagar perbatasan pada tahun 2005 telah memicu bentrokan yang menewaskan sedikitnya 13 orang. Tragedi memilukan lain juga terjadi pada tahun 2014 di area Pantai Tarajal, Ceuta, di mana sedikitnya 15 migran kehilangan nyawa saat mereka mencoba mencapai wilayah Spanyol melalui jalur laut. Pada tahun 2021, situasi krisis serupa kembali muncul ketika sekitar 8.000 orang memasuki wilayah Ceuta hanya dalam waktu kurang lebih dua hari. Rangkaian peristiwa ini kemudian disusul oleh sebuah insiden fatal yang mematikan di perbatasan Melilla pada tahun 2022 yang mengakibatkan sedikitnya 23 orang meninggal dunia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GeopolitikCeutaSpanyolMarokoMelillaSejarah

Berita Terbaru Lainnya

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia Airlines di Bandara Soekarno HattaBRI Life Borong Empat Penghargaan Nasional dan Internasional hingga Juli 2026Harga Emas Antam Naik ke Rp 2.610.000 per Gram, Simak Rincian Harga dan Aturan PajaknyaKejelasan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang dan Nasib Ratusan Kapal yang Sempat TertahanNilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia, Rencana Pemakaman dan Perjalanan KariernyaPanduan Kebijakan Ekspor Logam Tanah Jarang, Ketentuan dan Batasan Terbaru PemerintahJadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap