goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional

Nyaring JalungDiterbitkan 3 Agu 2026 - 21.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Perkembangan kondisi ekonomi makro Indonesia kembali mencatatkan pergerakan baru pada pertengahan tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Juli 2026. Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Catatan ini memberikan gambaran penting mengenai dinamika harga barang dan jasa di tingkat konsumen selama bulan tersebut. Penurunan harga secara umum ini dipengaruhi oleh berbagai pergerakan harga komoditas utama yang sering dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kondisi deflasi pada Juli 2026 ini menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Berbeda dengan bulan sebelum Juli 2026 maupun kondisi pada bulan yang sama di tahun 2025 yang justru mengalami

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
inflasi
, Juli 2026 secara resmi mencatatkan penurunan indeks harga. Meskipun secara bulanan terjadi deflasi, tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada Juli 2026 tetap tercatat positif, yakni sebesar 2,18 persen. Sementara itu, untuk tingkat inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) dari awal tahun hingga Juli 2026 berada pada angka 1,65 persen.

Penyumbang utama dari deflasi bulanan yang terjadi pada Juli 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok pengeluaran krusial ini mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dan memberikan andil deflasi yang cukup signifikan terhadap angka nasional, yaitu sebesar 0,26 persen. Secara lebih spesifik, penurunan harga ini terlihat sangat jelas pada komponen harga bergejolak. Komponen tersebut secara keseluruhan mengalami deflasi sebesar 1,68 persen dengan andil deflasi mencapai 0,28 persen terhadap IHK bulan Juli 2026.

Baca Juga

Jadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Jadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Terdapat sejumlah komoditas pangan dan hasil pertanian yang menjadi penyumbang utama bagi deflasi komponen harga bergejolak tersebut. Komoditas-komoditas yang dominan menekan laju harga di pasar antara lain adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, jeruk, semangka, serta sawi hijau. Penurunan harga pada deretan komoditas pangan ini berkontribusi langsung pada berkurangnya beban pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan konsumsi harian masyarakat di berbagai daerah pada bulan Juli 2026.

Di sisi lain, tidak semua komponen pengeluaran masyarakat mengalami penurunan harga pada periode yang sama. Komponen inti pada Juli 2026 justru mencatatkan inflasi sebesar 0,14 persen dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Kenaikan pada komponen inti ini didominasi oleh komoditas seperti biaya sekolah dasar, sepeda motor, pelumas atau oli mesin, biaya taman kanak-kanak, telepon seluler, serta bimbingan belajar. Selain komponen inti, komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,05 persen, di mana bensin menjadi komoditas yang paling dominan memberikan andil kenaikan harga.

Baca Juga

Cara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa Barat

Cara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa Barat

Secara spasial atau kewilayahan, pergerakan IHK ini bervariasi di seluruh wilayah Indonesia yang kini mencakup total 38 provinsi. Dari keseluruhan provinsi tersebut, mayoritas wilayah mencatatkan deflasi, yakni sebanyak 27 provinsi, sementara 11 provinsi lainnya masih mengalami inflasi. Berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh BPS, tingkat deflasi terendah terjadi di wilayah Papua Pegunungan dengan angka sebesar 1,37 persen. Sebaliknya, inflasi tertinggi di tingkat provinsi terjadi di wilayah Kalimantan Barat yang mencatatkan kenaikan indeks harga sebesar 0,38 persen.

Sebagai panduan informasi ekonomi, data IHK yang dirilis oleh BPS ini merupakan hasil pemantauan berkala terhadap pergerakan harga barang dan jasa di berbagai wilayah di Indonesia. Angka deflasi maupun inflasi yang disajikan mencerminkan rata-rata perubahan harga pada tingkat konsumen untuk berbagai komoditas terpilih selama periode pengamatan di bulan Juli 2026. Evaluasi terhadap fluktuasi harga ini menjadi sangat penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memahami tren daya beli, mengatur pengeluaran, serta melihat stabilitas harga pasar terkini di tingkat regional maupun nasional.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaBPSInflasiIndeks Harga KonsumendeflasiJuli 2026

Berita Terbaru Lainnya

Kejelasan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang dan Nasib Ratusan Kapal yang Sempat TertahanNilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia, Rencana Pemakaman dan Perjalanan KariernyaMenelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika UtaraPanduan Kebijakan Ekspor Logam Tanah Jarang, Ketentuan dan Batasan Terbaru PemerintahJadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di JakartaCara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa BaratMuque Rilis Video Musik Still Not Enough Tema Retro 80-an

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap