goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Berita

Cara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa Barat

Marulitua PardedeDiterbitkan 3 Agu 2026 - 21.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa Barat
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, secara resmi telah mengumumkan sebuah sayembara yang ditujukan bagi masyarakat luas. Sayembara ini mengajak warga yang berhasil membantu melumpuhkan pelaku tindak kejahatan, mulai dari begal, jambret, copet, maling, hingga perampok. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Barat. Bagi warga yang tertarik untuk ikut serta dan membantu menjaga lingkungan sekitar, terdapat beberapa panduan penting yang harus dipahami agar tindakan yang diambil tetap sejalan dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Sebelum merencanakan partisipasi, penting untuk melihat kesiapan mental dan fisik masyarakat. Berdasarkan sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh kumparan pada periode 23 sampai 30 Juli 2026, antusiasme warga terbilang cukup tinggi. Dari total 537 responden yang mengikuti polling tersebut, sebanyak 70,2 persen atau 377 pembaca menyatakan setuju untuk ikut serta dalam sayembara menangkap maling dan begal yang digagas oleh KDM. Meskipun demikian, warga juga perlu mengukur kemampuan diri sendiri, mengingat terdapat 29,8 persen atau 160 responden yang mengaku takut untuk menangkap pelaku kejahatan hidup-hidup dan lebih memilih membiarkan aparat kepolisian saja yang melakukan penangkapan.

Bagi warga yang merasa mampu dan siap berpartisipasi, langkah pertama yang wajib dipatuhi adalah menghindari segala bentuk aksi main hakim sendiri. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sayembara ini justru dirancang khusus untuk mencegah terjadinya pengeroyokan oleh massa yang sering kali berujung pada kematian pelaku. KDM menyoroti bahwa selama ini, kasus pencurian yang pelakunya tertangkap oleh warga, baik itu pencurian sepeda motor, ayam, domba, hingga labu, cenderung berakhir dengan tindakan main hakim sendiri hingga pelaku meninggal dunia. KDM juga menyatakan bahwa dirinya sudah banyak menangani masalah serupa yang bisa dilihat langsung dari berbagai tayangan di akun media sosial miliknya.

Baca Juga

Jadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Jadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Langkah kedua dalam panduan ini adalah memastikan bahwa pelaku kejahatan yang berhasil dilumpuhkan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum dalam keadaan hidup. Penyerahan pelaku secara hidup-hidup adalah syarat utama yang diminta oleh Dedi Mulyadi. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan koordinasi secara intensif dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan juga akan menjalin koordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk bersiaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat. Apabila warga berhasil memenuhi syarat ini, terdapat hadiah apresiasi yang telah disiapkan dengan rentang nominal berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah memahami batasan hukum saat berada di lokasi kejadian. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, telah memberikan pandangan terkait kebijakan sayembara ini. Menko Yusril mengingatkan bahwa penanganan tindak pidana harus tetap mengedepankan proses penegakan hukum oleh aparat yang berwenang. Masyarakat memang diperbolehkan untuk membantu aparat kepolisian dalam menangkap pelaku kejahatan, namun hal tersebut hanya diizinkan dalam situasi tertentu, misalnya apabila sama sekali tidak ada petugas kepolisian di lokasi kejadian.

Baca Juga

Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional

Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional

Sebagai penutup, Yusril Ihza Mahendra kembali menegaskan bahwa warga tidak boleh bertindak sebagai hakim sendiri dalam situasi apa pun. Masyarakat dapat membantu menangkap atau sekadar melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian terdekat. Dengan mematuhi panduan-panduan tersebut, mulai dari menahan diri dari tindakan kekerasan fatal, menyerahkan pelaku dalam kondisi hidup, hingga memahami batasan wewenang sipil, warga dapat berkontribusi secara positif dan aman dalam sayembara yang diselenggarakan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratDedi MulyadikriminalitasSayembaraYusril Ihza Mahendra

Berita Terbaru Lainnya

Kejelasan Aturan Ekspor Logam Tanah Jarang dan Nasib Ratusan Kapal yang Sempat TertahanNilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia, Rencana Pemakaman dan Perjalanan KariernyaMenelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika UtaraPanduan Kebijakan Ekspor Logam Tanah Jarang, Ketentuan dan Batasan Terbaru PemerintahJadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di JakartaMemahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi RegionalMuque Rilis Video Musik Still Not Enough Tema Retro 80-an

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap