Perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah senantiasa menjadi salah satu faktor penentu utama arah pergerakan pasar keuangan global, termasuk di wilayah Asia-Pasifik. Ketika ketegangan antarnegara meningkat, dampaknya hampir selalu langsung dirasakan pada pembukaan perdagangan saham di berbagai bursa utama. Sebagai contoh nyata dari dinamika ini, pada perdagangan hari Senin tanggal 3 Agustus 2026, bursa saham di wilayah Asia-Pasifik dibuka melemah secara serempak. Kondisi pergerakan di zona merah ini terjadi seiring dengan langkah para pelaku pasar yang terus mencermati dan memantau secara saksama perkembangan terbaru terkait ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Ketidakpastian yang membayangi kawasan tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap waspada pada awal pekan perdagangan.
Pergerakan negatif ini terlihat sangat jelas di beberapa bursa utama kawasan Asia, dengan tekanan jual yang cukup signifikan. Di Korea Selatan, indeks acuan utama








