goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Teknologi

Langkah Pemulihan Keamanan Siber Setelah Serangan Ransomware Pusat Data Nasional

Ding BalangDiterbitkan 10 Agu 2026 - 06.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Pemulihan Keamanan Siber Setelah Serangan Ransomware Pusat Data Nasional
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagaimana kelanjutan pemulihan data dan sistem pelayanan publik kita setelah serangan siber melumpuhkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2? Pertanyaan ini terus membayangi masyarakat sejak lumpuhnya berbagai layanan penting pada pertengahan tahun 2024. Serangan ransomware oleh kelompok bernama Brain Cipher tersebut tidak hanya mengacaukan operasional birokrasi, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas harian warga, mulai dari antrean panjang pemeriksaan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta hingga terganggunya ratusan instansi pemerintah di berbagai wilayah.

Peristiwa yang terjadi pada 20 Juni 2024 itu menjadi alarm keras bagi keamanan siber nasional. Akibat serangan ransomware tersebut, sistem imigrasi bandara mengalami gangguan parah yang memicu penumpukan penumpang dan antrean panjang. Secara keseluruhan, tercatat ada 210 instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang terdampak langsung oleh kelumpuhan sistem ini. Kelompok peretas menuntut uang tebusan sebesar USD 8 juta atau sekitar Rp 131 miliar untuk membuka kembali akses data yang terenkripsi. Skala serangan ini mengingatkan publik pada kasus peretasan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Mei 2023 yang dilakukan oleh kelompok Lockbit 3.0.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Upaya pemulihan data kemudian menemui titik terang setelah kelompok Brain Cipher memberikan kunci dekripsi. Pihak berwenang menguji kunci tersebut pada spesimen file PDNS yang terkunci, dan pengujian tersebut dinyatakan berhasil membuka data yang tersandera. Meskipun demikian, proses pemulihan secara menyeluruh memerlukan waktu dan evaluasi mendalam untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang tersisa di dalam sistem.

Baca Juga

Layanan Internet Satelit Starlink Resmi Beroperasi di Indonesia

Layanan Internet Satelit Starlink Resmi Beroperasi di Indonesia

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah merombak strategi pengelolaan data nasional. Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa infrastruktur PDNS 2 akan didukung oleh fasilitas cadangan (cold site) yang berlokasi di Batam. Fasilitas di Batam ini ditingkatkan statusnya menjadi situs aktif (hot site) khusus untuk melayani sektor-sektor pelayanan publik yang bersifat strategis. Selain itu, pemerintah kini menetapkan aturan ketat yang mewajibkan setiap kementerian atau lembaga pengguna (tenant) untuk memiliki salinan cadangan data sendiri. Kebijakan backup data ini sekarang bersifat wajib (mandatory) dan tidak lagi menjadi pilihan opsional bagi instansi pemerintah yang menggunakan fasilitas pusat data nasional.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur utama berupa Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang, Jawa Barat, terus berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat. Proyek strategis ini mendapatkan perhatian khusus dari aspek pertahanan siber guna memastikan bahwa sistem keamanan yang dipasang jauh lebih kuat dibanding infrastruktur sementara sebelumnya. Pemerintah berupaya memperketat sistem keamanan siber di proyek PDN Cikarang agar tidak rentan terhadap serangan serupa di masa mendatang.

Dampak dari insiden ini tidak hanya berhenti pada pembenahan teknis, melainkan juga memicu perubahan di tingkat kepemimpinan dan penegakan hukum. Semuel Abrijani Pangerapan, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengajukan surat pengunduran diri tertulis kepada Menkominfo pada 3 Juli 2024 sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan sistem tersebut.

Baca Juga

Dampak Undang-Undang Keamanan Siber Baru Turki Bagi Pengguna Internet

Dampak Undang-Undang Keamanan Siber Baru Turki Bagi Pengguna Internet

Kasus ini semakin kompleks setelah Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat turun tangan untuk menyelidiki adanya indikasi korupsi dalam proyek pengadaan PDNS untuk periode anggaran 2020 hingga 2024. Penyelidikan hukum tersebut kini telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga di antara tersangka tersebut merupakan penyelenggara negara, yaitu Samuel Abrijani Pangerapan selaku mantan Dirjen Aptika (periode 9 Oktober 2016 hingga 3 Juli 2024), Bambang Dwi Anggono selaku Direktur Layanan Aplikasi Informatika periode 2019-2023, serta Nova Zanda selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan barang, jasa, dan pengelolaan PDNS.

Meskipun kunci dekripsi telah berhasil diuji coba dan langkah-langkah perbaikan infrastruktur terus berjalan, pemulihan kepercayaan publik terhadap keamanan data nasional masih menghadapi tantangan besar. Proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menunjukkan bahwa kerentanan sistem siber Indonesia tidak hanya bersumber dari kecanggihan serangan luar, melainkan juga dari tata kelola proyek pengadaan di dalam negeri yang kini terindikasi korupsi. Keberhasilan pemulihan sepenuhnya masih bergantung pada bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah hukum ini sembari memperkuat benteng pertahanan digital nasional.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Keamanan Siber

Berita Terbaru Lainnya

Kejelasan Hukum Status Hak Guna Bangunan Ruko Sukaramai Trade Center PekanbaruLayanan Internet Satelit Starlink Resmi Beroperasi di IndonesiaPemerintah Perpanjang Izin Ekspor dan IUPK PT Freeport IndonesiaPidato Bahasa Jawa Tema Kemerdekaan untuk Menyambut HUT RISaling Serang Rusia dan Ukraina Tewaskan Lima Orang, PBB Keluarkan KecamanPendaratan Perdana Airbus A380 Emirates di Soekarno-Hatta dan Investasi Tambang Amerika SerikatKondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global dan Peran Pemberdayaan UmatPengolahan Sampah Plastik Tertolak Menjadi Paving Blok di Jakarta

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026