goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/News

Langkah Melaporkan Kasus Kekerasan Anak ke Polisi Berkaca dari Insiden di Bandung Barat

Joko PrabowoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Melaporkan Kasus Kekerasan Anak ke Polisi Berkaca dari Insiden di Bandung Barat
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali menyita perhatian publik setelah sebuah video penganiayaan beredar luas dan viral di media sosial. Dalam rekaman yang memilukan tersebut, terlihat jelas seorang ayah tega menganiaya anaknya yang masih kecil. Tindakan kekerasan fisik yang terekam mencakup pemukulan pada bagian kepala serta penjambakan rambut korban. Akibat dari penganiayaan berat ini, sang anak dilaporkan sampai mengeluarkan darah dari bagian hidung dan mulutnya. Peristiwa tragis ini diketahui terjadi di wilayah Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Menanggapi viralnya video tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolres Cimahi, AKBP M. Faruk Rozi, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan di dalam video tersebut. Belajar dari kejadian di Kecamatan Cipongkor ini, masyarakat perlu memahami langkah-langkah yang harus diambil ketika menemui atau mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.

Langkah pertama yang sangat krusial dalam melaporkan kasus

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional
kekerasan anak
adalah mengamankan bukti awal. Bukti visual seperti rekaman video atau foto sangat membantu pihak kepolisian dalam mengidentifikasi tindak kejahatan. Seperti yang terjadi pada kasus di Kabupaten Bandung Barat, keberadaan video viral yang memperlihatkan dengan jelas bagaimana ayah tersebut memukul bagian kepala dan menjambak anaknya menjadi titik awal terungkapnya kasus ini. Bukti yang memperlihatkan kondisi korban, seperti darah yang keluar dari hidung dan mulut, memberikan gambaran nyata mengenai tingkat kekerasan yang terjadi. Oleh karena itu, jika masyarakat memiliki rekaman kejadian serupa, pastikan bukti tersebut disimpan dengan baik untuk diserahkan kepada pihak berwajib agar pelaku dapat segera ditindak.
Baca Juga

Penahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Penahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Langkah kedua adalah segera melaporkan peristiwa kekerasan tersebut ke kantor polisi terdekat. Laporan bisa ditujukan ke tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) maupun Kepolisian Resor (Polres). Berkaca dari penanganan kasus di Kecamatan Cipongkor, terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban langsung diamankan oleh pihak kepolisian di Polsek Sindangkerta untuk menjalani pemeriksaan. Kapolres Cimahi, AKBP M. Faruk Rozi, saat dikonfirmasi pada hari Kamis (30/7), menegaskan bahwa pelaku sudah diamankan di Polsek Sindangkerta dan sedang dalam proses pemeriksaan. Kecepatan masyarakat dalam memberikan informasi ke Polsek atau Polres setempat akan sangat menentukan seberapa cepat pelaku, terlebih jika pelaku adalah orang terdekat seperti ayah kandung, dapat diamankan dari korban.

Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah kesediaan masyarakat untuk menjadi saksi dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Dalam mengusut tuntas sebuah kasus penganiayaan, polisi memerlukan keterangan dari orang-orang yang melihat atau mengetahui kejadian tersebut. Terkait insiden ayah kandung yang memukul dan menjambak anaknya di Kabupaten Bandung Barat, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan memeriksa sejumlah saksi. Proses pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan yang sedang berjalan. Keterangan saksi akan membantu polisi mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan bocah malang tersebut menjadi korban dugaan kekerasan.

Baca Juga

Memetakan Peluang Kerja dan Investasi Melalui Data 152 Industri Baru Kemenperin

Memetakan Peluang Kerja dan Investasi Melalui Data 152 Industri Baru Kemenperin

Langkah keempat adalah mendukung penuh proses pengumpulan alat bukti oleh kepolisian guna memastikan kelancaran proses hukum. Setelah pelaku diamankan dan saksi diperiksa, penyidik akan terus bekerja mengumpulkan berbagai alat bukti pendukung lainnya. Pada kasus kekerasan anak di Kecamatan Cipongkor, polisi terus mendalami motif kejahatan dan mengumpulkan alat bukti untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap sang ayah kandung. Masyarakat diimbau untuk memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Dengan mengikuti prosedur pelaporan yang tepat serta mendukung upaya polisi, masyarakat turut berperan aktif dalam melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan fisik di lingkungan sekitar.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HukumKekerasan AnakBandung BaratPolres CimahiPolsek Sindangkerta

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Proyek Strategis di Kalimantan Utara untuk Mendukung IKNStrategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumawePerluasan Fasilitas Kran Air Siap Minum di Tujuh Sekolah Kota BanjarmasinIndustri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian GlobalBapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi SyaratStrategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala DaerahLangkah Pertamina Perkuat Aspek ESG demi Transformasi Bisnis BerkelanjutanPenahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap