goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Nasional

Langkah Bank Indonesia Menyesuaikan BI-Rate Demi Menjaga Stabilitas Nilai Tukar

Joko PrabowoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 11.04 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Bank Indonesia Menyesuaikan BI-Rate Demi Menjaga Stabilitas Nilai Tukar
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Bank Indonesia mengambil langkah penting dalam kebijakan moneter untuk merespons dinamika pasar keuangan global yang fluktuatif. Setelah sempat mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75%, bank sentral akhirnya memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Kebijakan penyesuaian ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Melalui keputusan ini, Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Keputusan penyesuaian suku bunga acuan ini memicu berbagai pertanyaan dari pelaku pasar dan masyarakat mengenai latar belakang, dampak, serta langkah antisipasi ke depan. Berikut adalah rangkuman penjelasan mengenai keputusan terbaru dari Bank Indonesia untuk menjawab dinamika di pasar keuangan.

Mengapa Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,5%?

Pada awalnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memilih untuk menahan BI-Rate pada angka 4,75%, didampingi suku bunga Deposit Facility 3,75% dan Lending Facility 5,5%. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga tersebut sejalan dengan fokus kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak ketidakpastian global. Kebijakan ini juga ditujukan guna mendukung pencapaian sasaran inflasi periode 2026-2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Akan tetapi, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ternyata melampaui perkiraan awal bank sentral. Oleh karena itu, BI mengambil tindakan dengan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Kenaikan ini diikuti dengan peningkatan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25%. Perry Warjiyo menjelaskan bahwa langkah ini secara khusus dirancang untuk menarik kembali investasi portofolio asing ke dalam negeri, mengingat instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami aliran modal keluar sejak April hingga Mei.

Baca Juga

Harga Minyak Mentah Naik ke US$84,32 per Barel Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Naik ke US$84,32 per Barel Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz

Bagaimana kondisi aliran modal asing dan pergerakan rupiah yang mendasari keputusan ini?

Kondisi geopolitik dan ekonomi dunia yang tidak menentu telah memicu penarikan modal asing dari pasar keuangan domestik. Aliran modal keluar ini memberikan tekanan signifikan terhadap mata uang nasional, hingga sempat terdorong ke level Rp 16.900 per dolar AS. Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai posisi rupiah di level tersebut sudah masuk dalam kategori overshoot, yang berarti pelemahannya melampaui nilai wajar berdasarkan kondisi fundamental ekonomi.

Bagaimana respons pasar dan pemerintah terhadap kenaikan suku bunga acuan ini?

Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan langsung mendapat sambutan positif dari pasar saham dalam negeri serta dukungan dari pemerintah. Pada akhir sesi perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 404,51 poin atau 7,52%, ditutup pada level 5.746,64. Penguatan IHSG ini menandakan kembalinya optimisme pelaku pasar setelah pengumuman kebijakan moneter tersebut.

Dari sisi pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan dukungan penuh terhadap keputusan BI. Menurutnya, penyesuaian suku bunga acuan merupakan langkah yang sangat tepat demi menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus merespons gejolak pasar keuangan global secara efektif.

Baca Juga

Presiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan Pertamina dan PLN

Presiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan Pertamina dan PLN

Bagaimana proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah ke depan?

Meskipun tekanan global masih membayangi pasar domestik, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan lebih stabil dalam jangka panjang. Fakhrul Fulvian memproyeksikan rupiah memiliki potensi pelemahan sementara hingga melampaui Rp 17.000 per dolar AS akibat kondisi overshoot. Meski demikian, untuk keseluruhan tahun 2026, ia memperkirakan nilai tukar rupiah secara rata-rata akan bergerak stabil di kisaran Rp 16.500 per dolar AS.

Langkah apa lagi yang disarankan untuk memperkuat cadangan dolar AS di dalam negeri?

Guna menopang kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah, koordinasi dengan kebijakan fiskal dinilai sangat esensial. Untuk menahan likuiditas dolar AS agar tetap berada di Indonesia, Fakhrul Fulvian menyarankan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, untuk menerbitkan obligasi luar negeri atau global bond. Penerbitan instrumen ini diharapkan efektif menarik dan mempertahankan valuta asing di dalam negeri, sejalan dengan tujuan kenaikan BI-Rate dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaBI RateSuku BungaNilai Tukar Rupiah

Berita Terbaru Lainnya

Harga Minyak Mentah Naik ke US$84,32 per Barel Imbas Ketidakpastian Selat HormuzIHSG dan Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Harga Minyak dan Batu Bara GlobalProyeksi Pergerakan Harga Emas Sepekan ke Depan dan Sentimen PengaruhnyaPresiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan Pertamina dan PLNPertamina Patra Niaga Salurkan 92.901 Liter Avtur untuk Penerbangan Emirates A380 di Soekarno-HattaHasil dan Jadwal Semifinal Championship Series Liga 1 2023/2024Dinamika dan Prosedur Naturalisasi Pemain Timnas IndonesiaKemenperin Resmikan Apple Developer Academy @BINUS Bali sebagai Bagian Komitmen Investasi

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026