goklik.id
BerandaEkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSportsPopuler
Beranda/Nasional

Harga Minyak Mentah Naik ke US$84,32 per Barel Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz

Joko PrabowoDiterbitkan 10 Agu 2026 - 12.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Mentah Naik ke US$84,32 per Barel Imbas Ketidakpastian Selat Hormuz
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar minyak mentah global kembali bergejolak pada awal pekan ini. Harga minyak dunia terpantau merangkak naik pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian para pelaku pasar terkait pembukaan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik dan proses negosiasi regulasi yang masih berjalan alot di kawasan Timur Tengah

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
menjadi pemicu utama fluktuasi harga komoditas energi tersebut.

Berdasarkan data komoditas dari Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent tercatat bertengger di level US$84,32 per barel. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,92 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada hari Jumat pekan sebelumnya, 7 Agustus 2026, yang berada di level US$83,55 per barel. Tren kenaikan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang naik 0,64 persen menjadi US$78,68 per barel, dari posisi US$78,18 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga pada hari Senin ini sekaligus memutus tren penurunan yang sempat terjadi sepanjang pekan lalu. Jika ditarik sedikit ke belakang, harga minyak Brent sebenarnya sempat mengalami penurunan cukup tajam sebesar 7,29 persen, menyusut dari US$90,12 per barel pada 31 Juli menjadi US$83,55 per barel pada 7 Agustus. Bahkan, pada awal Agustus 2026, harga Brent sempat merosot hingga ke bawah level US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan bulan lalu, tepatnya sejak 13 Juli. Pergerakan yang dinamis ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar energi terhadap isu-isu logistik dan keamanan global.

Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada negosiasi seputar Selat Hormuz. Pihak Iran pada hari Minggu menyatakan bahwa pembahasan dengan Oman mengenai kesepakatan baru yang akan mengatur jalur pelayaran di selat strategis tersebut telah memasuki tahapan akhir. Kendati demikian, Teheran menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran ini tidak akan terjadi begitu saja. Pemerintah Amerika Serikat diwajibkan untuk memenuhi sejumlah persyaratan tertentu sebelum kapal-kapal internasional dapat kembali melintas dengan bebas.

Baca Juga

Transformasi JWCC Hospital Sediakan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional di Jakarta

Transformasi JWCC Hospital Sediakan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional di Jakarta

Salah satu poin krusial yang tengah dikaji oleh Iran adalah rancangan aturan pelayaran baru. Dalam draf regulasi tersebut, Iran mempertimbangkan larangan melintas bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, maupun negara-negara lain yang dikategorikan sebagai pihak yang bermusuhan. Aturan ini juga memuat sanksi tegas bagi pelanggar aturan transit, di mana kapal yang melanggar dapat dijatuhi denda administratif hingga sebesar 20 persen dari total nilai kargo yang mereka bawa.

Perbedaan pandangan mengenai pungutan tarif transit atau retribusi pelayaran juga menjadi ganjalan serius dalam negosiasi ini. Iran mengusulkan adanya pungutan berkisar antara 5 persen hingga 7 persen dari nilai kargo bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Oman selaku mediator mengusulkan besaran pungutan transit yang lebih rendah, yakni sekitar 3 persen. Sementara itu, Amerika Serikat menolak keras usulan tersebut dan menginginkan agar tidak ada pungutan tarif transit sama sekali bagi kapal-kapal yang melewati selat.

Selain perdebatan mengenai tarif, kendala teknis dan finansial juga membayangi kelancaran aktivitas pengapalan. Sejumlah sumber dari kalangan industri mengungkapkan bahwa sanksi sepihak yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, ditambah dengan ketatnya persyaratan dari perusahaan asuransi maritim, membuat mekanisme pembayaran dan operasional pelayaran melewati Selat Hormuz menjadi sangat rumit untuk diterapkan di lapangan.

Baca Juga

Dampak Blokade Selat Hormuz Terhadap Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan

Dampak Blokade Selat Hormuz Terhadap Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan

Situasi keamanan di wilayah sekitar juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada hari Minggu, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kilang minyak Jazan milik perusahaan raksasa Saudi Aramco. Serangan tersebut terjadi hanya berselang dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta kerja sama pertahanan baru dengan Turki dan Pakistan. Di samping itu, kerawanan jalur Selat Hormuz tercermin dari laporan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, ADNOC, yang menyatakan bahwa sebanyak 15 kapal milik mereka telah menjadi sasaran serangan sejak konflik bersenjata di wilayah tersebut pertama kali pecah.

Menanggapi ketidakpastian yang terus berlanjut ini, Tim Waterer selaku Chief Market Analyst di KCM Trade memberikan pandangannya. Menurut Waterer, para pelaku pasar saat ini cenderung bersikap hati-hati dan masih menunggu adanya bukti konkret di lapangan sebelum mereka bersedia menurunkan premi risiko pada harga minyak mentah. Selama kepastian hukum dan jaminan keamanan di Selat Hormuz belum terwujud, harga minyak diperkirakan masih akan terus dibayangi oleh volatilitas yang tinggi.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Harga MinyakTimur TengahGeopolitikSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Transformasi JWCC Hospital Sediakan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional di JakartaKondisi Kesehatan PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Situasi Politik TerkiniDampak Blokade Selat Hormuz Terhadap Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan KalimantanRilis Single Fatamorgana, J.hana Bawa Warna Baru untuk Kisah Harapan Satu Arah di JakartaManchester United Bersaing Dapatkan Gelandang Muda Louis PageIHSG dan Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Harga Minyak dan Batu Bara GlobalProyeksi Pergerakan Harga Emas Sepekan ke Depan dan Sentimen PengaruhnyaPresiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan Pertamina dan PLN

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  3. 3Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026