goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Kualitas Lapangan Kerja Formal Lebih Mendesak Dibandingkan Penurunan Angka Pengangguran

Ding BalangDiterbitkan 5 Agu 2026 - 19.27 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kualitas Lapangan Kerja Formal Lebih Mendesak Dibandingkan Penurunan Angka Pengangguran
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Mengapa penurunan angka pengangguran di Indonesia belakangan ini belum sepenuhnya menjadi kabar baik bagi masyarakat luas? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah rilis data ekonomi makro yang menunjukkan tren positif, namun tidak serta-merta tercermin dalam kemudahan mencari pekerjaan yang layak di kehidupan sehari-hari. Untuk memahami situasi ketenagakerjaan terkini, mari kita bahas beberapa pertanyaan penting terkait kualitas lapangan kerja di tanah air.

Bagaimana kondisi tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini?

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen. Angka ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 4,76 persen. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 juga menunjukkan performa yang cukup kuat dengan capaian sebesar 5,61 persen. Meskipun angka-angka makro ini terlihat menjanjikan, realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang berbeda.

Mengapa penurunan angka pengangguran dinilai belum cukup menjadi tolok ukur keberhasilan?

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia tidak boleh hanya diukur dari turunnya angka pengangguran secara kuantitatif. Indikator utama yang jauh lebih penting adalah kualitas dari pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat. Pendapat senada juga dikemukakan oleh lembaga riset CORE Indonesia, yang memberikan peringatan mengenai adanya penurunan elastisitas tenaga kerja serta dominasi sektor informal yang kian menguat di pasar kerja nasional. Ketika pertumbuhan ekonomi tidak diiringi dengan penyerapan tenaga kerja formal yang memadai, penurunan angka pengangguran menjadi kurang bermakna secara kualitas.

Apa yang menyebabkan sektor informal kini begitu mendominasi pasar kerja?

Baca Juga

UGM Investigasi Kasus Dokter PPDS yang Diduga Cibir Pasien BPJS di Media Sosial

UGM Investigasi Kasus Dokter PPDS yang Diduga Cibir Pasien BPJS di Media Sosial

Meningkatnya jumlah pekerja di sektor informal menjadi indikator kuat bahwa kesempatan kerja di sektor formal saat ini masih sangat terbatas. Banyak korban pemutusan hubungan kerja (PHK), lulusan baru, hingga angkatan kerja baru yang terpaksa mengambil pekerjaan informal agar tetap memiliki penghasilan untuk menyambung hidup. Mereka akhirnya memilih profesi seperti pedagang kecil, pengemudi ojek daring, hingga pekerja lepas. Pilihan ini diambil bukan karena sektor tersebut menawarkan kepastian karier yang baik, melainkan karena ketiadaan pilihan pekerjaan formal yang tersedia bagi mereka.

Apa saja risiko dan masalah yang dihadapi oleh para pekerja di sektor informal?

Bekerja di sektor informal membawa sejumlah konsekuensi yang cukup berat bagi para pekerja. Sebagian besar pekerja di sektor ini harus berhadapan dengan ketidakpastian pendapatan yang berubah-ubah setiap harinya. Selain itu, mereka umumnya minim mendapatkan perlindungan jaminan sosial, memiliki tingkat kepastian kerja yang sangat rendah, serta kesulitan mendapatkan akses ke pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja mereka. Tanpa adanya perlindungan dan kepastian hukum seperti pada sektor formal, para pekerja informal rentan jatuh ke dalam lingkaran kemiskinan saat terjadi guncangan ekonomi.

Mengapa dunia usaha domestik kesulitan menciptakan lapangan kerja formal yang berkualitas?

Sektor formal kesulitan berekspansi karena dunia usaha di dalam negeri masih menghadapi berbagai tantangan operasional yang berat. Beberapa persoalan klasik yang hingga kini masih dikeluhkan pelaku usaha meliputi praktik pungutan liar, birokrasi perizinan yang tidak efisien, serta maraknya tindakan premanisme di kawasan industri. Tantangan ini diperparah oleh kebijakan impor yang dinilai membuat produk buatan dalam negeri semakin sulit bersaing di pasar sendiri. Hambatan-hambatan ini secara langsung menekan kapasitas industri untuk berkembang dan merekrut tenaga kerja baru secara formal.

Baca Juga

Polisi Tangkap Pria Pembuat dan Penjual Konten Pornografi Sesama Jenis di Medan

Polisi Tangkap Pria Pembuat dan Penjual Konten Pornografi Sesama Jenis di Medan

Bagaimana kondisi ketenagakerjaan di berbagai daerah di Indonesia?

Kondisi ketenagakerjaan di tingkat daerah menunjukkan variasi yang cukup kontras. Sebagai contoh, Kabupaten Bekasi mencatat angka pengangguran yang masih tergolong tinggi, yakni berada di kisaran 8 persen. Situasi di wilayah industri tersebut memerlukan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) serta peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar lulusan lokal dapat terserap ke pasar kerja. Di sisi lain, Provinsi Jawa Timur berhasil mengukir prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I Penurunan Tingkat Pengangguran 2026. Jawa Timur mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,55 persen, angka yang lebih rendah dari rata-rata nasional, dan berhak atas insentif senilai Rp3 miliar atas pencapaian tersebut.

Apa langkah yang harus diambil pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja formal?

Dalam keterangannya saat dihubungi Media Indonesia pada Rabu (5/8), Mirah Sumirat mendesak pemerintah agar segera memperkuat sektor industri, terutama industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Pemerintah diharapkan memberikan perlindungan nyata bagi industri dalam negeri, menyederhanakan birokrasi perizinan, serta memberantas pungutan liar dan premanisme secara tegas. Selain itu, pemberian insentif fiskal dan kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha dalam negeri sangat diperlukan agar industri formal dapat tumbuh subur dan menyediakan pekerjaan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi IndonesiaKetenagakerjaanpengangguransektor informal

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Suntik Dana Rp 70 Triliun ke Perbankan untuk Tekan Biaya PinjamanUGM Investigasi Kasus Dokter PPDS yang Diduga Cibir Pasien BPJS di Media SosialPolisi Tangkap Pria Pembuat dan Penjual Konten Pornografi Sesama Jenis di MedanEkonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen pada Semester I-2026Nama Tokoh Anime dan Musisi Populer Mewarnai Data Kependudukan Indonesia Semester I 2026Penyelundupan Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok Digagalkan di Tanjung PriokPengungkapan Jaringan Narkotika Malaysia-Indonesia, Kronologi Penyitaan 80 Kg Sabu dan Penangkapan Enam TersangkaPerbedaan Istana Merdeka dan Istana Negara Serta Lokasi Upacara HUT RI

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap