BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan tata kelola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah strategis ini diambil di tengah berbagai tantangan operasional yang masih membayangi pelaksanaan program di lapangan. Tantangan tersebut meliputi ketidaksinkronan data kepesertaan, status kepesertaan yang tidak aktif, hingga sistem pembiayaan yang dinilai belum tertata secara optimal. Untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memutuskan untuk memperkuat kolaborasi dengan menggandeng empat kementerian dan lembaga pemerintah.








