goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Properti

Kisah J.M.L. Bohl, Pegawai Biasa yang Menjadi Tuan Tanah 1.400 Hektare di Batavia

Nyaring JalungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 10.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah J.M.L. Bohl, Pegawai Biasa yang Menjadi Tuan Tanah 1.400 Hektare di Batavia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Memiliki aset properti di Jakarta pada masa kini membutuhkan modal yang sangat besar. Di kawasan premium pusat bisnis seperti Sudirman Central Business District atau yang lebih dikenal dengan singkatan SCBD, harga lahan saat ini diperkirakan telah mencapai angka sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta per meter persegi. Tingginya nilai tanah di wilayah Jakarta ini sebetulnya memiliki akar sejarah yang panjang, membentang jauh hingga ke masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada era kolonial tersebut, muncul nama J.M.L. Bohl, seorang imigran asal Belanda yang kelak menorehkan namanya sebagai salah satu tuan tanah terbesar di kawasan Batavia. Keberhasilan Bohl dalam menguasai lahan dalam jumlah yang sangat masif menjadi salah satu rekam jejak penguasaan aset properti yang paling menonjol pada masa itu.

Berdasarkan catatan sejarah, perjalanan hidup Bohl di tanah rantau bermula ketika ia tiba di Batavia pada sekitar tahun 1864. Saat menginjakkan kaki di wilayah yang kini menjadi bagian dari Jakarta tersebut, Bohl masih berusia sangat muda, yakni baru 16 tahun. Ia tidak datang dengan membawa kekayaan yang melimpah. Sebaliknya, Bohl memulai kehidupannya dari bawah dengan bekerja sebagai seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan dagang yang bernama Pitcairn Syaae & Co. Selama bekerja di perusahaan dagang tersebut, ia menunjukkan sikap yang sangat disiplin dalam mengelola keuangannya. Bohl memilih untuk menabung sebagian besar pendapatan yang ia peroleh dari gajinya sebagai pegawai biasa demi mengumpulkan modal awal. Modal yang perlahan-lahan menumpuk tersebut kemudian ia alokasikan secara khusus untuk membeli tanah di berbagai wilayah strategis.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Keputusan Bohl untuk berinvestasi pada aset tanah terbukti sangat tepat dan mengubah jalan hidupnya secara drastis. Ketika masih berada dalam usia muda, ia telah berhasil menjadi seorang tuan tanah yang menguasai wilayah Matraman dan Sinajan, sebuah kawasan yang pada masa modern ini lebih dikenal dengan nama Senayan. Ekspansi kepemilikan lahan Bohl terekam dengan jelas dalam sejumlah dokumen pemerintahan kolonial. Pada tahun 1896, ia tercatat memiliki tanah di kawasan Senayan dengan luas mencapai 1.474 bau, atau setara dengan sekitar 1.000 hektare. Di atas lahan yang sangat luas tersebut, kawasan Senayan dimanfaatkan secara optimal sebagai area sawah dan juga perkebunan kelapa. Nilai aset properti berupa lahan pertanian dan perkebunan di Senayan itu diperkirakan mencapai sekitar 36.000 gulden pada masa tersebut.

Baca Juga

Kinerja Keuangan COIN Semester I-2026, Rugi Bersih Rp39,22 Miliar di Tengah Pemangkasan Tarif Transaksi

Kinerja Keuangan COIN Semester I-2026, Rugi Bersih Rp39,22 Miliar di Tengah Pemangkasan Tarif Transaksi

Tidak merasa puas hanya dengan menguasai kawasan Senayan, Bohl terus memperluas wilayah kekuasaannya dengan mengakuisisi sejumlah tanah partikelir di wilayah Matraman. Berdasarkan data yang tercatat dalam dokumen sejarah, luas tanah yang berhasil dikuasai Bohl di kawasan Matraman mencapai 502 bau, atau kurang lebih sekitar 400 hektare. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, Bohl memegang kendali atas sekitar 1.400 hektare lahan yang tersebar di wilayah Batavia. Kesuksesan Bohl dalam mengumpulkan lahan seluas itu menjadikannya sebagai salah satu figur pemilik aset properti paling dominan pada zamannya. Di kawasan Matraman, ia kemudian membangun sebuah rumah besar yang difungsikan sebagai tempat kediaman utamanya. Untuk melengkapi kemegahan rumah besar tersebut, Bohl juga diketahui memelihara puluhan ekor rusa di area kediamannya.

Meskipun memiliki kekayaan yang luar biasa dan status sosial sebagai seorang tuan tanah besar, kehidupan pribadi Bohl justru cenderung sangat tertutup. Ia diketahui sangat jarang bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Publik pada masa itu lebih mengenal sosok Bohl semata-mata sebagai seorang pemilik tanah dalam jumlah yang sangat besar, ketimbang sebagai figur masyarakat yang aktif bergaul. Walaupun demikian, rekam jejak Bohl tidak sepenuhnya terlepas dari urusan publik. Namanya tercatat pernah masuk ke dalam arena politik lokal pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Bohl diketahui pernah maju mencalonkan diri sebagai salah satu anggota dewan yang secara khusus mewakili wilayah Meester Cornelis, menunjukkan bahwa ia juga memiliki ketertarikan untuk memberikan pengaruh pada tingkat pemerintahan daerah.

Baca Juga

Kinerja Keuangan dan Strategi Operasional Telkom Semester I 2026

Kinerja Keuangan dan Strategi Operasional Telkom Semester I 2026

Kisah penguasaan lahan ribuan hektare oleh J.M.L. Bohl pada akhirnya harus menemui titik akhir. Bohl mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 18 Juni 1920 saat ia menginjak usia 72 tahun. Kematian tuan tanah besar ini terjadi setelah ia menjalani sebuah prosedur medis berupa operasi usus buntu di sebuah rumah sakit yang terletak di Jalan Salemba. Pascaoperasi tersebut, Bohl mengalami komplikasi kesehatan yang parah akibat gagal ginjal yang kemudian merenggut nyawanya. Sepeninggal Bohl, aset-aset tanah miliknya yang sangat luas di kawasan Senayan dan Matraman tidak lagi dikelola sebagai kepemilikan pribadi. Seluruh lahan bersejarah tersebut kemudian diambil alih secara langsung oleh pemerintah Hindia Belanda.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

J.M.L. BohlSejarah JakartaBataviaTuan TanahProperti JakartaSenayan

Berita Terbaru Lainnya

Realita dan Tantangan Pekerja Kebersihan di Rumah Sakit dan KampusJadwal dan Akses Live Streaming Persebaya vs Port FC di Piala Presiden 2026Profil dan Perjalanan Karier Trisno Pas Band, Bassist Legendaris IndonesiaMenyesuaikan Anggaran Transportasi Usai Penurunan Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2026Memastikan Keaslian Beras Fortifikasi dan Menghindari Penipuan Label PanganPerkembangan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIVKinerja Keuangan COIN Semester I-2026, Rugi Bersih Rp39,22 Miliar di Tengah Pemangkasan Tarif TransaksiKinerja Keuangan dan Strategi Operasional Telkom Semester I 2026

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap