PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), yang merupakan induk usaha dari bursa aset kripto CFX sekaligus lembaga kliring kripto ICC, melaporkan kinerja keuangan yang mengalami tekanan pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan data terbaru, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp39,22 miliar pada periode semester I-2026. Pencapaian tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I-2025, perseroan masih mencetak kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp25,52 miliar.
Penurunan kinerja pada tingkat laba bersih ini sejalan dengan merosotnya angka pendapatan Grup. Sepanjang semester I-2026, pendapatan COIN tercatat sebesar Rp74,64 miliar. Angka tersebut anjlok sebesar 34 persen apabila dibandingkan dengan perolehan pada semester I-2025 yang menyentuh level Rp113,15 miliar. Penurunan paling tajam terlihat pada segmen pendapatan jasa transaksi spot, yang merosot secara signifikan dari sebelumnya Rp77,72 miliar menjadi Rp32,56 miliar. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan tarif transaksi aset kripto untuk pasangan rupiah (IDR Pairs). Tarif tersebut dipangkas menjadi 2 bps yang berlaku sejak 1 Maret hingga 30 September 2026, dan direncanakan akan kembali turun menjadi 1 bps mulai 1 Oktober 2026.








