goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Ekonomi

Memastikan Keaslian Beras Fortifikasi dan Menghindari Penipuan Label Pangan

Iswan TandirerungDiterbitkan 2 Agu 2026 - 11.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memastikan Keaslian Beras Fortifikasi dan Menghindari Penipuan Label Pangan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkap dugaan praktik mafia beras yang memanfaatkan label beras fortifikasi untuk meraup keuntungan besar. Beras fortifikasi sejatinya merupakan program pangan bergizi yang secara khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Penyelewengan label oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mengancam keberhasilan program perbaikan gizi nasional. Mengingat pentingnya komoditas pangan ini bagi kesehatan masyarakat luas, konsumen perlu mengetahui langkah-langkah memastikan keaslian dan kelayakan beras fortifikasi yang beredar di pasaran agar terhindar dari produk ilegal, palsu, atau berkualitas rendah.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama yang sangat penting untuk dilakukan oleh masyarakat adalah memeriksa keberadaan izin edar resmi pada kemasan produk beras yang akan dibeli. Berdasarkan aturan yang berlaku, setiap produsen beras fortifikasi di Indonesia diwajibkan untuk memiliki izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan atau yang lebih dikenal dengan singkatan PSAT. Izin edar ini diterbitkan secara resmi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang berkoordinasi dan bekerja sama dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). Sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan kemasan produk mencantumkan nomor pendaftaran PSAT yang valid sebagai bukti sah bahwa beras tersebut telah terdaftar dan diawasi peredarannya oleh instansi pemerintah yang berwenang.

Langkah kedua adalah memantau dan mengevaluasi kewajaran harga jual beras fortifikasi di pasar secara cermat. Beras fortifikasi dirancang sebagai bagian dari program sosial pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat kelas bawah, sehingga harga produk tersebut semestinya tidak jauh berbeda dengan harga beras medium pada umumnya. Namun, dalam praktiknya di lapangan, ada oknum yang memanfaatkan label fortifikasi ini untuk menjual beras dengan harga yang sangat tinggi, bahkan ditemukan ada yang dijual hingga mencapai angka Rp 42.000 per kilogram. Praktik curang ini diduga kuat berkaitan dengan perusahaan-perusahaan besar. Amran memperkirakan bahwa potensi kerugian konsumen akibat manipulasi ini mencapai sekitar Rp 71 triliun, sementara potensi kerugian negara dari sisi subsidi pangan diperkirakan mencapai Rp 56 triliun. Jika menemukan beras berlabel fortifikasi dengan harga yang melonjak tidak wajar, konsumen patut mencurigai bahwa produk tersebut merupakan bagian dari praktik mafia beras.

Baca Juga

Menyesuaikan Anggaran Transportasi Usai Penurunan Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2026

Menyesuaikan Anggaran Transportasi Usai Penurunan Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2026

Langkah ketiga berkaitan dengan pemahaman mengenai standar kualitas dan keterbatasan pengujian mandiri oleh masyarakat umum. Sebagai konsumen, tentu sangat sulit untuk menguji kandungan gizi spesifik di dalam beras secara langsung tanpa menggunakan peralatan laboratorium yang memadai. Meskipun demikian, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena berdasarkan hasil pengawasan sebelumnya terhadap 15 merek beras fortifikasi yang menjadi objek pemeriksaan, ditemukan fakta yang mengejutkan. Sekitar 80 persen dari sampel yang diuji ternyata tidak memenuhi standar kualitas dan keamanan yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk membeli beras dari distributor resmi atau toko yang memiliki reputasi jelas guna meminimalkan risiko mendapatkan beras yang tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan.

Langkah keempat adalah mengetahui jalur pengawasan yang sedang berjalan dan tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan kejanggalan di pasar. Saat ini, Kementerian Pertanian bersama Bapanas, Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum lainnya tengah memperluas pengawasan secara komprehensif dari hulu hingga hilir. Pengawasan tersebut mencakup pengujian kandungan gizi, legalitas hukum, mutu produk, pelabelan, hingga kewajaran harga jual di pasaran. Satgas Pangan yang beranggotakan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung telah mengambil tindakan tegas. Hingga saat ini, mereka telah menetapkan 39 orang sebagai tersangka dalam 38 perkara yang berkaitan erat dengan mafia beras.

Baca Juga

Perkembangan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV

Perkembangan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV

Pengawasan ketat ini dikoordinasikan secara berkala oleh pihak berwenang, termasuk Brigjen Pol Hermawan yang menjabat sebagai Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas. Beliau menegaskan bahwa penyalahgunaan konsep fortifikasi tidak dapat ditoleransi karena sangat merugikan konsumen. Dengan memahami regulasi harga, pentingnya izin edar, serta standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah, masyarakat dapat ikut serta secara aktif melindungi keluarga dari dampak buruk peredaran beras fortifikasi yang menyalahi aturan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertanianPerlindungan KonsumenPanganMafia BerasBeras Fortifikasi

Berita Terbaru Lainnya

Penyelidikan Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay, Polisi Temui Kendala Komunikasi dengan KeluargaCara Mengubah Energi Tawuran Jalanan Menjadi Prestasi di Ring Tinju ResmiPengaturan Keamanan Laga Aston Villa Melawan Indonesia All-Star di Stadion Utama Gelora Bung KarnoRealita dan Tantangan Pekerja Kebersihan di Rumah Sakit dan KampusJadwal dan Akses Live Streaming Persebaya vs Port FC di Piala Presiden 2026Profil dan Perjalanan Karier Trisno Pas Band, Bassist Legendaris IndonesiaMenyesuaikan Anggaran Transportasi Usai Penurunan Harga BBM Pertamina 1 Agustus 2026Perkembangan Ekosistem Bisnis dan Literasi Aset Digital TRIV

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap