Wilayah selatan Nepal tengah diguncang gelombang kerusuhan komunal yang melibatkan kelompok Muslim dan Hindu. Insiden mematikan ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya tiga korban jiwa dan memicu kerawanan keamanan di wilayah tersebut. Mengutip laporan dari Anadolu Agency, eskalasi ketegangan ini memaksa otoritas setempat untuk memberlakukan jam malam di sejumlah distrik yang terdampak. Kekerasan yang terjadi sejak akhir pekan lalu ini disebut sebagai salah satu insiden ketegangan agama paling serius yang melanda negara Himalaya tersebut dalam beberapa tahun terakhir, terlebih saat Nepal masih berupaya pulih dari gelombang demonstrasi besar-besaran tahun lalu yang menewaskan puluhan orang.
Aksi kekerasan mulai pecah pada Minggu malam di Distrik Sunsari. Gesekan bermula dari sebuah perselisihan yang terjadi di tengah perayaan yang diselenggarakan oleh dua komunitas agama tersebut. Ketegangan awal dengan cepat membesar hingga menjadi konflik terbuka. Massa yang tersulut amarah dilaporkan saling menyerang satu sama lain secara brutal. Dampak dari kerusuhan tersebut meluas pada tindakan pengrusakan dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas umum. Kantor-kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, hingga pos-pos kepolisian di kawasan setempat menjadi sasaran amuk massa.








