Bagaimana perkembangan industri alat diagnostik atau in vitro diagnostics (IVD) di Indonesia saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi global?
Perubahan strategi bisnis kini tengah terjadi di sektor industri alat diagnostik atau in vitro diagnostics (IVD). Langkah penyesuaian ini diambil oleh para pelaku usaha sebagai respons atas melambatnya belanja pemerintah untuk penyediaan alat kesehatan serta kondisi ketidakpastian ekonomi global yang masih terus berlangsung. Para pelaku industri memperkuat pasar domestik dan memperluas jangkauan ekspansi ke negara-negara tetangga di kawasan regional agar tetap bisa bertahan dan berkembang di tengah pasar yang dinamis.
Apa saja tantangan awal yang dihadapi oleh produsen IVD lokal saat masuk ke pasar Indonesia?
Memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 ternyata memberikan tantangan tersendiri bagi produsen lokal. Berdasarkan penjelasan dari Kurniasari Endah selaku Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia, perjalanan awal tersebut tidaklah mudah bagi perusahaan. Selain harus menghadapi kondisi pasar yang menantang, mereka juga dihadapkan pada tugas berat untuk membangun kepercayaan masyarakat dan pelaku medis terhadap produk IVD lokal. Kepercayaan ini harus ditumbuhkan secara perlahan di tengah dominasi kuat dari merek-merek global yang sudah lama menguasai pasar alat kesehatan di Tanah Air. Tantangan ini diungkapkan oleh Kurniasari saat menjadi pembicara dalam Industrial Symposium di acara INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.








