goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Pajak 20 Persen atas Offshore Trust Picu Kepanikan Konglomerat China

Yohanes IpoiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 18.25 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pajak 20 Persen atas Offshore Trust Picu Kepanikan Konglomerat China
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Keuangan dan otoritas pajak China merilis aturan baru pada 24 Juli lalu yang memungut pajak 20 persen untuk perwalian luar negeri (offshore trust). Keputusan yang diambil secara tiba-tiba ini membuat para pebisnis kaya di Negeri Tirai Bambu panik. Mereka kini harus bergegas mengurus pelaporan aset sebelum tenggat yang ditetapkan berakhir. Aturan ini menargetkan simpanan bernilai ratusan miliar dolar AS, saham pra-IPO, serta harta keluarga yang ditempatkan di luar negeri. Tenggat pelaporan pada 22 Oktober mendatang telah memicu keresahan di sejumlah pusat keuangan seperti Hong Kong dan Singapura.

Apa itu offshore trust dan aset apa saja yang dibidik oleh aturan ini?

Perwalian luar negeri atau offshore trust merupakan mekanisme hukum yang memungkinkan seseorang mengalihkan hak milik asetnya kepada pengelola (trustee) di negara lain agar diurus untuk keuntungan pihak penerima manfaat (beneficiary). Bagi kalangan elit China, metode ini sangat digemari untuk mengamankan harta keluarga, menyimpan uang tunai dalam jumlah masif, hingga mengelola saham pra-IPO. Kebijakan pajak terbaru ini secara khusus membidik berbagai sarana simpanan luar negeri tersebut yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar AS.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Siapa yang terkena dampak aturan ini dan kapan batas waktu pelaporannya?

Kewajiban ini berlaku bagi para konglomerat yang memindahkan kekayaan mereka ke skema offshore trust sejak awal 2023. Pemerintah mengharuskan mereka untuk melapor sekaligus membayar pungutan sebesar 20 persen selambat-lambatnya pada 22 Oktober, yakni 90 hari setelah kebijakan diterbitkan. Otoritas pajak setempat juga memperingatkan bahwa setiap keterlambatan dalam proses pelaporan maupun penyetoran akan dikenakan sanksi tambahan.

Baca Juga

Pemerintah Sasar Pajak Pemilik Rumah Sewaan pada 2027

Pemerintah Sasar Pajak Pemilik Rumah Sewaan pada 2027

Mengapa batas waktu tersebut menimbulkan kepanikan di Hong Kong dan Singapura?

Jeda waktu 90 hari dianggap sangat sempit sehingga menciptakan kepanikan, terutama di Hong Kong dan Singapura yang menjadi lokasi favorit keluarga kaya asal China dalam membentuk offshore trust. Selain dua wilayah tersebut, Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Britania Raya juga menjadi destinasi utama penyimpanan aset. Adanya pungutan 20 persen ini membuat para miliarder terpaksa mencari dana segar, bahkan mempertimbangkan pelepasan aset secara besar-besaran demi menutupi tagihan pajak sebelum tenggat waktu berakhir.

Bagaimana pandangan para praktisi hukum terkait regulasi baru ini?

Clifford Ng, Mitra di firma hukum Zhong Lun Hong Kong, menyebutkan bahwa para klien, wali amanat, beserta penasihat mereka masih kaget dengan aturan ini. Ia menilai proses perhitungan nilai aset yang akurat dalam waktu 90 hari merupakan tantangan yang sangat berat. Di sisi lain, Chief Operating Officer sekaligus Senior Partner Dentons Rodyk Singapura, Kia Meng Loh, mengaku pihaknya menerima banyak panggilan telepon dari keluarga kaya, bank privat, perusahaan trust, hingga perusahaan asuransi. Ia memandang regulasi ini sebagai momen perubahan arah yang krusial bagi manajemen kekayaan pribadi para klien asal China.

Baca Juga

Rupiah Menguat Tiga Hari Beruntun hingga Akhir Pekan, Dolar AS Turun ke Rp17.885

Rupiah Menguat Tiga Hari Beruntun hingga Akhir Pekan, Dolar AS Turun ke Rp17.885

Apa potensi dampaknya terhadap pasar modal?

Penerapan pajak ini dinilai berpotensi berimbas pada saham-saham perusahaan yang tercatat di Bursa Hong Kong. Xiangrong Yu dari Citigroup menyoroti bahwa banyak pendiri perusahaan asal China daratan yang menyimpan kepemilikan saham mereka lewat instrumen perwalian luar negeri. Walaupun terdapat risiko aksi jual, Analis Senior Eurasia Group Dominic Chiu memprediksi bahwa tekanan jual pada pasar hanya akan terjadi sesekali atau bersifat episodik, bukan sebuah kejatuhan pasar yang berkelanjutan.

Apa alasan pemerintah China memberlakukan pajak perwalian luar negeri secara mendadak?

Perubahan aturan pajak atas offshore trust ini sejalan dengan upaya negara untuk menggali potensi penerimaan baru. Perlambatan ekonomi telah menyebabkan anjloknya pendapatan dari sektor penjualan lahan, yang selama ini menjadi penopang utama keuangan pemerintah daerah. Sebagai tambahan, pemerintah Tiongkok juga semakin memperketat aliran modal ke luar negeri, yang salah satunya dibuktikan dengan pelarangan operasi tiga perusahaan pialang daring lintas negara pada awal tahun ini.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pajak ChinaOffshore TrustKonglomeratAset Luar Negeri

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Sasar Pajak Pemilik Rumah Sewaan pada 2027Bekal Utama Aparatur Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan Pelayanan PublikPresiden Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri BahlilDua Gunung Api di NTT Erupsi Hampir BersamaanPolisi Ringkus Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Bermodus Aplikasi Kencan di KembanganAksi Kreatif Siswa Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan Menyambut Menteri SosialRupiah Menguat Tiga Hari Beruntun hingga Akhir Pekan, Dolar AS Turun ke Rp17.885Seleksi Calon Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap