Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari Kamis (20/8). Hingga pukul 10:39 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.465,82, atau mengalami kenaikan sebesar 71,69 poin yang setara dengan 1,12 persen. Angka ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar modal yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan indeks untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka. Bagi Anda yang ingin menyusun strategi investasi saat pasar sedang bergairah, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menyikapi lonjakan pasar serta daftar saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi.
Langkah pertama adalah memantau rentang pergerakan harian indeks secara cermat. Pada perdagangan hari tersebut, IHSG dibuka pada level 6.447,25. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.486,86 dan level terendah di posisi 6.444,40. Memahami batas atas dan batas bawah harian ini sangat penting untuk mengukur kekuatan tren penguatan pasar sebelum Anda memutuskan untuk melakukan transaksi beli atau jual.
Langkah kedua, Anda perlu mengidentifikasi saham-saham yang menjadi motor penggerak utama atau masuk dalam kategori top gainers. Ketika IHSG melonjak 1,12 persen ke 6.465, ini 5 saham yang ikut melesat paling tinggi yang bisa Anda cermati pergerakannya. Pertama, saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) memimpin penguatan dengan kenaikan maksimal 25 persen hingga menyentuh level Rp 775 per saham. Kedua, saham ALKA melonjak sebesar 24,84 persen atau bertambah 800 poin menuju level Rp 4.020.
Potensi Emas Simpanan Masyarakat Indonesia Mencapai 1.800 Ton Senilai Rp 4.460 Triliun

Saham ketiga yang ikut melesat adalah MLPT yang mencatatkan kenaikan sebesar 19,77 persen atau naik 255 poin ke level Rp 1.545. Di posisi keempat, terdapat saham BIPP yang menguat sebesar 19,05 persen atau bertambah 12 poin ke harga Rp 75. Terakhir, saham KETR menggenapi jajaran lima saham teratas dengan kenaikan sebesar 17,36 persen atau naik 105 poin ke level Rp 710. Mengamati saham-saham yang melesat ini membantu investor memahami sektor mana yang sedang diminati pasar.
Langkah ketiga adalah melakukan manajemen risiko dengan tetap memantau saham-saham yang justru mengalami koreksi tajam di tengah penguatan indeks. Penurunan terdalam pada hari perdagangan tersebut dialami oleh PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) yang anjlok 12,28 persen ke level Rp 3.500 per saham. Koreksi juga dialami oleh saham TIFA yang turun 6,81 persen atau 26 poin ke Rp 356, saham BINA yang melemah 5,09 persen atau 220 poin ke Rp 4.100, saham HATM yang merosot 4,65 persen atau 30 poin ke Rp 615, serta saham WEGE yang turun 4,41 persen atau 3 poin ke level Rp 65.
Kisah Siswa SMP di Bandung Barat Patungan Perbaiki Sekolah

Langkah terakhir adalah menyesuaikan rencana investasi berdasarkan profil risiko masing-masing. Kenaikan indeks yang signifikan sering kali memicu volatilitas tinggi pada saham-saham lapis kedua dan ketiga yang bergerak cepat. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menetapkan batas kerugian (stop loss) dan target keuntungan (take profit) secara rasional untuk menghindari kerugian akibat pembalikan arah pasar yang tidak terduga.






