Kekeringan yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Kulon Progo, telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Guna membantu meringankan beban warga yang mengalami kesulitan akses terhadap air bersih, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Kulon Progo melaksanakan aksi kemanusiaan. Dalam kolaborasi ini, kedua pihak menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 48.000 liter kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Penyaluran bantuan yang sangat dinantikan oleh warga setempat ini diselenggarakan pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.
Kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah Kulon Progo memang memaksa masyarakat untuk melakukan upaya ekstra demi memenuhi kebutuhan air mereka sehari-hari. Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kulon Progo, Sugiyanta S.Pdi., menyampaikan bahwa akibat kekeringan tersebut, sebagian warga terpaksa harus menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka hanya untuk menemukan sumber air demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan ini, penyaluran bantuan air bersih difokuskan pada beberapa titik lokasi yang terdampak cukup parah. Titik-titik distribusi air bersih tersebut mencakup wilayah Desa Sekaro, Giripurwo, serta Dusun Krikil yang berada di wilayah Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
Blora Resmi Masuk Jajaran 10 Besar Daerah Paling Berdaya Saing di Jawa Tengah

Dalam pelaksanaannya di lapangan, penyaluran bantuan air bersih oleh Baznas tidak dilakukan secara sekaligus, melainkan secara bertahap. Metode penyaluran secara bertahap ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang ada di setiap wilayah sasaran. Dengan menerapkan sistem distribusi yang terencana dan berbasis kebutuhan riil di lapangan, Baznas berupaya memastikan bahwa bantuan air bersih ini dapat tersalurkan secara efektif serta tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan pasokan air untuk kelangsungan hidup mereka selama musim kemarau.
Terkait dengan aksi kepedulian sosial ini, Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., memberikan tanggapan resmi melalui sebuah keterangan tertulis yang dirilis pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. Dalam pernyataan tertulisnya tersebut, Sodik Mudjahid menjelaskan mengenai pelaksanaan penyaluran air bersih yang dilakukan oleh Baznas RI. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dari Baznas untuk terus hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi bencana kekeringan dan krisis air bersih di berbagai daerah.
Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Platform Top Up Game

Program bantuan ini bukanlah langkah pertama yang diambil oleh lembaga amil zakat tersebut. Sebelumnya, Baznas RI tercatat telah menyalurkan sebanyak 1,5 juta liter air bersih yang tersebar di 72 desa, 46 kecamatan, dan 14 kabupaten di enam provinsi di Indonesia. Tidak hanya menyalurkan air bersih secara langsung menggunakan mobil tangki, upaya penyediaan akses air bersih jangka panjang juga dilakukan oleh Baznas RI melalui pembangunan sumur bor yang saat ini telah terealisasi di 37 lokasi. Program-program tersebut diharapkan dapat terus mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.






