Apakah Anda merasakan getaran tiba-tiba yang membuat lampu gantung di rumah bergoyang atau mendengar suara gemuruh halus seperti truk melintas pada Rabu malam? Banyak warga di berbagai wilayah Jawa Barat sempat terkejut ketika bumi tiba-tiba bergoyang pada Rabu malam tanggal 5 Agustus. Pertanyaan praktis yang langsung muncul di benak masyarakat saat itu adalah di mana sebenarnya pusat gempa tersebut berada, seberapa besar kekuatan pastinya, serta apakah peristiwa ini berpotensi menimbulkan tsunami yang mengancam kawasan pesisir pantai selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis data untuk menjawab kepanikan dan ketidakpastian tersebut. Gempa bumi yang terjadi pada pukul 21.55 WIB ini awalnya dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 5,3 dengan pusat di laut sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Namun, setelah melakukan analisis pembaruan data secara lebih mendalam, BMKG merilis informasi terkini bahwa gempa tersebut memiliki magnitudo M5,2. Pusat gempa atau episenter secara presisi berada pada koordinat 8,17掳 Lintang Selatan (LS) dan 107,86掳 Bujur Timur (BT), tepatnya di laut dengan jarak 87 kilometer arah barat daya Pangandaran, Jawa Barat, pada kedalaman 14 kilometer.








