goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Internasional

Dilema Pembangunan Mumbai, Mengapa Proyek Jalan Pesisir Picu Kekhawatiran Kerusakan Mangrove?

Togar PanjaitanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dilema Pembangunan Mumbai, Mengapa Proyek Jalan Pesisir Picu Kekhawatiran Kerusakan Mangrove?
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Kota Mumbai baru-baru ini meluncurkan serangkaian proyek infrastruktur raksasa yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurai kemacetan lalu lintas di pusat keuangan India tersebut. Sayangnya, inisiatif pembangunan skala besar ini memicu polemik di kalangan masyarakat luas. Proyek pembangunan jalan pesisir pantai baru yang membentang sepanjang 26 kilometer diprediksi kuat akan membabat sekitar 45.000 pohon mangrove. Rencana tersebut langsung menuai sorotan tajam dari warga setempat serta para aktivis lingkungan yang sangat khawatir akan dampak ekologis jangka panjangnya.

Berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan mengenai polemik pembangunan infrastruktur dan pelestarian hutan mangrove di Mumbai, beserta penjelasan lengkap berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Pertanyaan: Mengapa penebangan mangrove untuk proyek jalan pesisir ini sangat dikhawatirkan oleh warga?

Jawaban: Ancaman pembabatan puluhan ribu pohon mangrove memicu kekhawatiran besar karena tanaman ini memiliki peran krusial bagi ekosistem pesisir. Penghilangan sekitar 45.000 pohon mangrove dinilai akan melenyapkan benteng pertahanan alami kota dari ancaman banjir gelombang pasang serta luapan air laut. Selain itu, hilangnya kawasan lindung pesisir ini akan membuat Mumbai semakin rentan terhadap berbagai dampak buruk perubahan iklim yang kian nyata mengancam wilayah dataran rendah.

Pertanyaan: Bagaimana kondisi geografis dan infrastruktur Mumbai saat ini terkait ancaman banjir tahunan?

Baca Juga

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi Syarat

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi Syarat

Jawaban: Menurut Direktur Kelompok Lingkungan Vanashakti, Stalin Dayanand, Mumbai pada dasarnya adalah kota kepulauan yang diciptakan dari lahan reklamasi. Lokasi pesisir yang rendah membuat kota ini amat rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Masalah struktural ini diperparah oleh kenyataan bahwa urbanisasi yang sangat pesat selama puluhan tahun di kota tersebut tidak diimbangi oleh perbaikan infrastruktur drainase yang memadai. Akibatnya, setiap musim monsun tiba, curah hujan yang lebat rutin merendam wilayah Mumbai hingga melumpuhkan berbagai aktivitas harian warga. Sejarah lingkungan kawasan ini juga mencatat bahwa sekitar 40 persen hutan mangrove di Mumbai telah hilang antara tahun 1991 hingga 2001 akibat percepatan laju urbanisasi yang tidak terkendali.

Pertanyaan: Apa saja langkah kompensasi yang dijanjikan oleh pemerintah dan otoritas perencana?

Jawaban: Pemerintah Negara Bagian Maharashtra telah menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan kebutuhan konservasi lingkungan dengan pembangunan infrastruktur kota. Sebagai langkah hukum yang mengikat, Pengadilan Tinggi Bombay telah memerintahkan penanaman kompensasi sebanyak sekitar 174.000 pohon mangrove baru. Penanaman kembali tersebut rencananya akan dilangsungkan di beberapa lokasi strategis, termasuk di sepanjang jalur jalan tol baru setelah proses konstruksi selesai.

Anggota Dewan Legislatif Maharashtra, Ameet Satam, serta otoritas perencana juga berjanji untuk menanam tiga hingga lima kali lipat jumlah mangrove yang akan ditebang. Jauh sebelum polemik ini memanas, otoritas setempat sebetulnya telah membentuk unit khusus bernama Mangrove Cell sejak tahun 2012. Unit ini ditugaskan secara spesifik untuk melindungi, mengonservasi, memulihkan area yang rusak, serta melakukan patroli rutin guna mencegah praktik penyerobotan lahan konservasi.

Baca Juga

Strategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala Daerah

Strategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala Daerah

Pertanyaan: Mengapa janji penanaman kembali tersebut masih mendapat penolakan dari aktivis lingkungan?

Jawaban: Para kritikus dan aktivis lingkungan secara tegas menilai bahwa menanam mangrove baru tidak bisa secara instan menggantikan fungsi perlindungan dari hutan yang sudah matang. Hutan mangrove membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk bisa tumbuh sempurna dan menjalankan fungsi ekologisnya secara maksimal sebagai penahan abrasi. Selama proses pertumbuhan bibit baru tersebut, ekosistem satwa liar terancam lenyap sepenuhnya. Di samping itu, mata pencaharian komunitas nelayan lokal juga berpotensi terganggu secara drastis akibat rusaknya habitat perairan tempat mereka mencari ikan. Untuk meminimalkan kerusakan lingkungan ini, Stalin Dayanand menyarankan agar rancangan proyek infrastruktur sebetulnya bisa diubah dengan melintasi jalur atas atau bawah tanah.

Pertanyaan: Apakah menyelamatkan mangrove sudah cukup untuk membebaskan Mumbai dari masalah banjir kronis?

Jawaban: Para pakar menyatakan bahwa perlindungan mangrove saja tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan masalah banjir kronis yang selalu melanda Mumbai setiap tahunnya. Penyelamatan hutan mangrove mutlak harus disertai dengan modernisasi sistem drainase kota secara menyeluruh. Selain perbaikan saluran air, pemerintah juga dituntut untuk melakukan penataan ruang urban yang jauh lebih baik serta menerapkan langkah-langkah adaptasi iklim yang komprehensif agar pusat keuangan India ini benar-benar aman dari ancaman bencana di masa depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturMumbaiIndiaMangroveLingkunganBanjir

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Proyek Strategis di Kalimantan Utara untuk Mendukung IKNStrategi Pemerintah Aceh Membangun Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumawePerluasan Fasilitas Kran Air Siap Minum di Tujuh Sekolah Kota BanjarmasinIndustri Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif di Tengah Ketidakpastian GlobalBapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Berklaim Gizi yang Tak Penuhi SyaratStrategi Mendagri Mengoptimalkan Layanan Publik dan Kapasitas Kepala DaerahLangkah Pertamina Perkuat Aspek ESG demi Transformasi Bisnis BerkelanjutanPenahanan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi Jasindo oleh KPK

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap