goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Dampak Penundaan Serangan Amerika Serikat ke Iran Terhadap Harga Minyak Dunia

Ding BalangDiterbitkan 3 Agu 2026 - 20.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Penundaan Serangan Amerika Serikat ke Iran Terhadap Harga Minyak Dunia
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Dinamika pasar energi global kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan pada awal pekan ini. Harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan yang tajam, yakni anjlok hingga hampir mencapai angka 5 persen. Pada sesi perdagangan yang berlangsung pada hari Senin (3/8), harga komoditas energi utama tersebut merosot hingga menyentuh level US$83. Penurunan harga minyak dunia yang cukup drastis di pasar internasional ini terjadi secara langsung setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil keputusan strategis terkait kebijakan luar negerinya. Dalam keputusan terbarunya, Donald Trump memutuskan untuk menunda rencana serangan baru yang sebelumnya ditujukan terhadap Iran

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup
. Langkah penundaan ini serta-merta memberikan sentimen tertentu yang meredakan ketegangan di pasar energi, sehingga mendorong para pelaku pasar untuk menyesuaikan kembali posisi mereka yang berujung pada turunnya harga minyak dunia secara signifikan.

Keputusan penundaan serangan militer yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat tersebut memiliki tujuan diplomasi yang spesifik. Penundaan serangan baru terhadap Iran ini bertujuan untuk membuka jalan damai di antara pihak-pihak yang berkonflik. Melalui jalan damai tersebut, terdapat harapan besar demi menghentikan program nuklir yang selama ini dijalankan oleh otoritas Teheran. Selain menghentikan program nuklir Teheran, langkah penundaan ini sekaligus bertujuan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat krusial bagi perdagangan internasional. Merespons perkembangan positif tersebut, indikator harga minyak mentah global langsung menunjukkan grafik yang menurun. Tercatat, harga minyak mentah acuan Brent mengalami kemerosotan sebesar 4,72 persen sehingga harganya menjadi US$83,78 per barel. Penurunan serupa juga dialami oleh patokan harga minyak mentah Amerika Serikat. Minyak mentah West Texas Intermediate atau yang lebih dikenal dengan sebutan WTI dilaporkan turun sebesar 5,21 persen, yang membawanya turun ke level US$80,26 per barel pada perdagangan yang sama.

Baca Juga

Menelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika Utara

Menelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika Utara

Sebelum terjadinya tren penurunan yang tajam pada perdagangan Senin (3/8), pergerakan harga minyak dunia sebenarnya sempat berada dalam tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Data pasar menunjukkan bahwa harga minyak sempat melonjak secara drastis hingga lebih dari 20 persen sepanjang bulan lalu. Lonjakan harga yang sangat signifikan tersebut terjadi akibat kembali memanasnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik ini membuat pasar khawatir akan adanya gangguan distribusi energi global. Kenaikan harga minyak yang mencapai lebih dari 20 persen tersebut juga dipicu oleh serangkaian insiden keamanan maritim. Terjadi serangkaian serangan yang menargetkan kapal-kapal tanker yang sedang berlayar di sekitar perairan Oman. Rentetan serangan terhadap kapal tanker tersebut secara langsung meningkatkan kekhawatiran keamanan di kalangan pelaku industri maritim. Akibat dari kekhawatiran keamanan yang memuncak ini, banyak perusahaan pelayaran menjadi sangat enggan untuk memasuki kawasan Teluk demi mengangkut pasokan minyak menuju berbagai negara.

Titik balik dari ketegangan yang memicu fluktuasi harga minyak ini mulai terlihat pada akhir pekan sebelumnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan yang menarik perhatian pasar melalui platform Truth Social pada hari Sabtu (1/8). Dalam pernyataannya di platform Truth Social tersebut, Donald Trump menyatakan bahwa pihak Iran bersama dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah telah mengajukan permintaan khusus. Mereka meminta adanya tambahan waktu agar dapat merampungkan sebuah kesepakatan yang sedang dibahas. Menurut penjelasan lebih lanjut dari Donald Trump, kesepakatan yang sedang dirampungkan tersebut akan membawa dampak yang sangat besar bagi stabilitas kawasan. Kesepakatan itu diyakini akan menghasilkan pembukaan kembali wilayah perairan Selat Hormuz secara segera, penuh, dan total. Lebih dari itu, kesepakatan yang sama juga ditargetkan mampu mengakhiri ancaman nuklir Iran yang selama ini menjadi pusat perhatian dunia internasional.

Baca Juga

Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional

Memahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi Regional

Kendati ada harapan mengenai kesepakatan damai yang menurunkan harga minyak, situasi di pasar komoditas energi masih diliputi oleh ketidakpastian. Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, memberikan pandangannya terkait dinamika yang sedang berlangsung ini. Tony Sycamore mengatakan bahwa perhatian utama para investor saat ini justru tertuju pada kemungkinan gagalnya proses negosiasi antara pihak-pihak terkait. Kekhawatiran mengenai kegagalan ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak perundingan yang pernah terjadi sebelumnya. Tony Sycamore mencatat bahwa pada pekan lalu, harapan mengenai tercapainya sebuah kesepakatan sempat runtuh di tengah jalan. Runtuhnya harapan kesepakatan pada pekan sebelumnya itu terjadi karena pihak Iran tetap bersikeras pada pendiriannya. Selain itu, Iran juga terus memanfaatkan kendalinya atas kawasan Selat Hormuz selama proses perundingan berlangsung. Oleh karena itu, perkembangan negosiasi ini akan terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar minyak global.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Harga MinyakGeopolitikDonald TrumpIranSelat Hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Menguat pada 3 Agustus 2026Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia, Rencana Pemakaman dan Perjalanan KariernyaMenelusuri Sejarah dan Status Geopolitik Ceuta dan Melilla di Afrika UtaraPanduan Kebijakan Ekspor Logam Tanah Jarang, Ketentuan dan Batasan Terbaru PemerintahJadwal Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Charnvirakul Serta Rekayasa Lalu Lintas di JakartaCara Aman Mengikuti Sayembara Tangkap Maling dan Begal di Jawa BaratMemahami Data Deflasi Juli 2026, Tren Penurunan Harga dan Kondisi Inflasi RegionalMuque Rilis Video Musik Still Not Enough Tema Retro 80-an

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap