Kabupaten Cirebon yang terletak di wilayah pesisir utara Provinsi Jawa Barat, Indonesia, sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil garam nasional. Wilayah pesisir ini memiliki karakteristik geografis yang sangat mendukung aktivitas pembuatan garam secara tradisional melalui metode penguapan air laut di lahan-lahan terbuka. Keberhasilan produksi di kawasan pesisir ini sangat bergantung pada kondisi cuaca harian, terutama intensitas penyinaran matahari langsung dan tingkat curah hujan sepanjang tahun. Ketika musim kemarau berlangsung lebih lama atau lebih kering dari rata-rata tahunan, aktivitas di tambak-tambak garam Cirebon biasanya mengalami perubahan pola kerja yang cukup signifikan guna mengejar target produksi.








