Aliran dana pemodal internasional di Bursa Efek Indonesia memperlihatkan pergeseran arah yang menarik perhatian pelaku pasar. Investor asing kini tengah melakukan rotasi portofolio dengan mengurangi kepemilikan mereka pada saham-saham yang selama ini dikenal defensif dan mengalihkannya ke saham-saham perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta sektor energi. Langkah ini menandai dinamika baru di pasar modal dalam negeri, di mana saham perbankan pelat merah kembali menjadi primadona akumulasi beli oleh pelaku pasar luar negeri, menggantikan preferensi sebelumnya pada saham swasta nasional berkapitalisasi besar.
Aksi lepas saham defensif ini paling terlihat pada pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut harus menghadapi tekanan jual bersih (net sell) terbesar dari investor asing dengan nilai bersih mencapai Rp215 miliar. Sebaliknya, dana yang keluar dari saham defensif tersebut tampak langsung dialokasikan untuk meningkatkan kepemilikan di bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (








