goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegionalLingkunganKarierEnergiPolitikBisnisPariwisataTravel & EventsCuacaBerita DaerahPemerintahanInfrastrukturBerita NasionalMetroKebijakan PublikOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Cara Menerapkan Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Kongres XI WUJA

Marulitua PardedeDiterbitkan 31 Jul 2026 - 13.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Menerapkan Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Kongres XI WUJA
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kongres Dunia Alumni Yesuit atau World Union of Jesuit Alumni (WUJA) ke-XI yang berlangsung di Yogyakarta menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali makna kepemimpinan global. Berlangsung hingga tanggal 2 Agustus 2026, acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 delegasi yang datang dari kurang lebih 30 negara. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah memiliki catatan sejarah tersendiri. Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia yang dipercaya menyelenggarakan kongres tersebut sejak organisasi WUJA didirikan pada 70 tahun yang lalu. Dengan mengusung tema utama "United in Spirit, Leading with Purpose", kongres ini membedah esensi kepemimpinan masa kini melalui pandangan para tokoh penting, termasuk Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Pater Jenderal Serikat Jesus, Arturo Sosa, S.J. Pertemuan ini menjadi ruang perjumpaan lintas negara, budaya, dan profesi untuk mendiskusikan tantangan di tengah dunia yang semakin kompleks.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanLayanan PublikHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisKeamananPertanianSosial & KeluargaKulinerHumanioraTeknologiSains & TeknologiHukum & KriminalKetenagakerjaanRegional

Langkah pertama untuk menerapkan kepemimpinan yang baik adalah dengan membiasakan diri melakukan refleksi dan mencari keheningan. Dalam pidato pembukaannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak para peserta melihat kembali makna kepemimpinan melalui kemampuan memeriksa diri sendiri. Perubahan besar pada sebuah lingkungan tidak pernah dimulai semata-mata dari ambisi untuk mengubah dunia, melainkan dari keberanian manusia untuk terlebih dahulu memeriksa cara dirinya memandang dunia. Di tengah derasnya arus informasi dan kebisingan dunia modern, seorang pemimpin perlu mencari keheningan. Keheningan ini menjadi ruang yang tepat untuk menemukan kejernihan dalam berpikir, mendengar suara hati, serta mengambil keputusan yang pada akhirnya berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Langkah kedua adalah mengutamakan kebijaksanaan untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam. Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan poin ini dengan mengutip falsafah Jawa yang mendalam, yaitu "Hamemayu Hayuning Bawana". Falsafah ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak cukup apabila hanya mengandalkan kemampuan intelektual atau wewenang formal yang dimilikinya. Untuk memimpin dengan efektif dan membawa dampak positif, seorang pemimpin juga harus memiliki kebijaksanaan agar dapat memelihara harmoni di lingkungan sekitarnya. Kepemimpinan yang sejati tidak lahir dari dominasi kekuasaan, melainkan dari kerendahan hati dan keberanian untuk melayani sesama, sehingga keseimbangan kehidupan bersama tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga

Cara Menonton Siaran Langsung dan Jadwal Bola Malam Ini 31 Juli hingga 1 Agustus 2026

Cara Menonton Siaran Langsung dan Jadwal Bola Malam Ini 31 Juli hingga 1 Agustus 2026

Langkah ketiga adalah menggunakan pengetahuan dan pengalaman untuk menjaga martabat manusia. Konsep ini sejalan dengan bagian dari tema kongres, yaitu "Leading with Purpose", yang diperkuat oleh penjelasan dari Pater Jenderal Serikat Jesus, Arturo Sosa, S.J. Dalam sesinya, beliau membagikan pandangan penting dengan mengutip pernyataan dari mendiang Pater Peter-Hans Kolvenbach, S.J. yang bersumber dari sebuah deklarasi pada tahun 2000. Menurutnya, keberhasilan pendidikan seseorang tidak diukur dari sekadar gelar atau prestasi akademik, melainkan dari pribadi yang terbentuk setelah kembali ke tengah masyarakat. Ukuran sejati dari sebuah pendidikan adalah bagaimana pengetahuan, pengalaman, serta kepemimpinan digunakan untuk menjaga martabat manusia, membangun rekonsiliasi, serta menghadirkan kehidupan yang lebih adil dan selaras bagi semua pihak.

Langkah keempat adalah berani membangun dialog dan mempertemukan perbedaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Saat ini, dunia sedang menghadapi berbagai isu serius yang saling berkaitan satu sama lain. Beberapa tantangan global tersebut mencakup konflik bersenjata atau perang, perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga meningkatnya polarisasi sosial di tengah masyarakat. Pater Arturo Sosa, S.J. mengingatkan bahwa seluruh tantangan tersebut tidak dapat dijawab atau diselesaikan hanya dengan mengandalkan kemajuan teknologi atau kekuatan ekonomi semata. Dunia justru membutuhkan figur-figur pemimpin yang mampu membangun dialog secara aktif, mempertemukan berbagai kelompok yang berbeda, dan selalu mengutamakan martabat manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Baca Juga

Profil dan Peran Nurman Herin, Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Profil dan Peran Nurman Herin, Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Melalui rangkaian pemikiran yang disampaikan dalam Kongres XI WUJA ini, masyarakat diajak untuk melihat kembali esensi kepemimpinan sejati. Kepemimpinan bukan hanya berorientasi pada pencapaian hasil akhir, melainkan pada proses menjaga harmoni, merawat kemanusiaan, dan menyatukan perbedaan. Kehadiran ribuan delegasi dari 30-an negara di Yogyakarta membuktikan bahwa nilai-nilai universal dapat menyatukan berbagai latar belakang yang beragam. Momentum pertemuan yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini memberikan panduan berharga bagi siapa saja yang ingin menjadi pemimpin yang berdampak positif. Dengan memadukan kearifan lokal seperti falsafah Jawa dan nilai-nilai pelayanan, model kepemimpinan ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan global di masa depan.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

YogyakartaKongres WUJAKepemimpinanSri Sultan HB XArturo Sosa

Berita Terbaru Lainnya

Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus Rp195 Triliun Usai Penahanan BI Rate Juli 2026Strategi Pelaku Usaha Menyikapi Hambatan Ekspor Nikel dan Timah Akibat Pemeriksaan Logam Tanah JarangMengenal Program Sekolah Nasional Terintegrasi Era Presiden PrabowoCara Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi GlobalStrategi Investor Kripto di Tengah Fluktuasi Pasar dan Tren Aset GlobalCara Menonton Siaran Langsung dan Jadwal Bola Malam Ini 31 Juli hingga 1 Agustus 2026Profil dan Peran Nurman Herin, Tersangka Baru Kasus TPPU Febrie AdriansyahPutusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pemisahan Anggaran Makan Bergizi Gratis dari Dana Pendidikan

Paling Banyak Dibaca

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

Kesehatan

Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan Kemenkes

30 Jul 2026

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

Ekonomi

Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data Center

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

Keuangan

Analisis Pergerakan IHSG dan Dinamika Pasar Saham di Bawah Level 6.100

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Panduan Evaluasi Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran, Belajar dari Temuan KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Lonjakan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Investasi Batam, Transformasi Menuju Pusat Teknologi Informasi dan Data CenterEkonomi 路 30 Jul 2026
Lingkungan
Karier
Energi
Politik
Bisnis
Pariwisata
Travel & Events
Cuaca
Berita Daerah
Pemerintahan
Infrastruktur
Berita Nasional
Metro
Kebijakan Publik
Olahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap