goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanSportsMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Cara Mendeteksi Gangguan Kesehatan Melalui Karakteristik Suara

Iswan TandirerungDiterbitkan 8 Agu 2026 - 05.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mendeteksi Gangguan Kesehatan Melalui Karakteristik Suara
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Proyek Bridge2AI-Voice yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) dengan nilai investasi lebih dari 100 juta dolar AS kini menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan teknologi diagnostik berbasis suara. Inisiatif skala besar ini melibatkan institusi terkemuka seperti University of South Florida (USF), Cornell, serta sepuluh institusi mitra lainnya. Target utama dari proyek ini adalah mengumpulkan sekitar 30.000 sampel suara dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Data vokal yang dikumpulkan nantinya akan dikelompokkan ke dalam lima kategori gangguan kesehatan utama, yaitu gangguan neurologis, gangguan suara, gangguan suasana hati, gangguan pernapasan, serta gangguan kejiwaan pada anak seperti autisme. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah proses skrining medis awal secara non-invasif.

Untuk memahami bagaimana suara dapat mencerminkan kondisi kesehatan, terdapat beberapa parameter akustik yang dianalisis oleh para ahli dan sistem kecerdasan buatan. Parameter pertama yang diperiksa adalah jitter, yaitu ukuran ketidakstabilan frekuensi dasar suara dari satu getaran pita suara ke getaran berikutnya. Pada kondisi fisik yang prima, nilai jitter normal pada suara yang sehat berkisar antara 0,5 sampai 1,0 persen. Jika nilai ini melebihi batas normal, hal tersebut bisa mengindikasikan adanya gangguan fungsional pada organ suara atau sistem saraf yang mengendalikannya.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Parameter kedua yang tidak kalah penting adalah shimmer, yang berfungsi untuk mengukur tingkat ketidakstabilan amplitudo atau volume suara saat seseorang berbicara. Selain itu, para peneliti juga memantau rasio harmonik terhadap bising atau harmonic-to-noise ratio (HNR). Nilai HNR ini digunakan untuk mengukur kualitas kejernihan suara manusia secara keseluruhan. Dalam analisis klinis, nilai HNR dianggap bermasalah dan menunjukkan adanya gangguan jika angkanya merosot di bawah 7 desibel. Kombinasi dari ketiga parameter akustik inilah yang menjadi fondasi bagi algoritma komputer untuk mendeteksi anomali kesehatan pada tubuh seseorang.

Baca Juga

Alat Pemindai Peti Kemas Terminal 3 Tanjung Priok Siap Beroperasi Perkuat Pengawasan Ekspor

Alat Pemindai Peti Kemas Terminal 3 Tanjung Priok Siap Beroperasi Perkuat Pengawasan Ekspor

Salah satu implementasi nyata dari metode ini terlihat pada deteksi penyakit saraf seperti Parkinson. Melalui proyek Parkinson's Voice Initiative yang digagas oleh Max Little, seorang peneliti dari Wellcome Trust dan MIT, deteksi gejala dapat dilakukan hanya melalui media telepon. Proyek tersebut memanfaatkan algoritma khusus yang dirancang untuk mengidentifikasi tiga jenis gejala Parkinson hanya dari rekaman suara seseorang saat mengucapkan bunyi aaaah secara konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada fitur suara tersebut sudah dapat terdeteksi pada 78 persen pasien Parkinson yang masih berada pada tahap awal. Di samping itu, kolaborasi antara Pfizer dan IBM juga dilakukan untuk mengukur perkembangan gejala Parkinson dengan memanfaatkan sensor khusus serta perangkat bergerak.

Teknologi kecerdasan buatan juga terus dikembangkan untuk mengidentifikasi penyakit lain melalui pemodelan yang lebih kompleks. Sebagai contoh, tim peneliti di University of Macau dan Shanghai University berhasil mengembangkan model komputasi bernama Voice-AttentionNet. Model ini dilatih menggunakan basis data yang sangat besar, mencakup 892 kasus klinis dan hampir 35.500 sampel suara yang bersumber dari Guangdong Provincial Hospital of Traditional Chinese Medicine di Guangzhou. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Voice-AttentionNet mampu mencapai tingkat akurasi rata-rata sebesar 91,61 persen pada data uji. Meski demikian, efektivitas sistem ini bervariasi tergantung pada jenis penyakitnya; gangguan tiroid misalnya, tergolong lebih sulit dideteksi dengan tingkat akurasi terbaik saat ini yang baru mencapai 86,64 persen.

Baca Juga

Pembangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Pembangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Meskipun teknologi pemindaian suara ini menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan, masyarakat dan praktisi medis harus memahami batasan hukum serta regulasi yang berlaku saat ini. Hingga kini, belum ada satu pun biomarker vokal yang secara resmi disetujui oleh regulator kesehatan internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat maupun European Medicines Agency (EMA) di Uni Eropa untuk digunakan sebagai alat diagnosis medis resmi. Guna menjembatani kebutuhan standardisasi ini, para peneliti telah menyusun pedoman operasional yang disebut VOCAL (Vocal Biomarker Guidelines for Ontology, Classification, Application, and Logistics). Pedoman standardisasi ini baru saja dipublikasikan secara resmi di jurnal ilmiah Digital Biomarkers pada tanggal 21 Juli 2026.

Selain urusan standardisasi klinis, faktor privasi dan perlindungan data pribadi juga menjadi tantangan besar dalam implementasi teknologi ini. Berdasarkan regulasi perlindungan data Uni Eropa atau General Data Protection Regulation (GDPR), khususnya pada Pasal 4.1, suara manusia diklasifikasikan sebagai data tidak anonim. Hal ini disebabkan karena karakteristik suara memiliki tingkat keunikan yang tinggi dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi identitas seseorang secara langsung, mirip dengan fungsi sidik jari. Oleh sebab itu, setiap pengembangan aplikasi dan pengumpulan sampel suara medis di masa mendatang wajib menerapkan standar keamanan data yang ketat agar informasi sensitif pasien tetap terlindungi dengan aman.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Teknologi MedisBiomarker VokalDeteksi PenyakitKesehatan Digital

Berita Terbaru Lainnya

Alat Pemindai Peti Kemas Terminal 3 Tanjung Priok Siap Beroperasi Perkuat Pengawasan EksporPembangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027Penanganan Korban Kekerasan Seksual Belum Maksimal, LPSK Luncurkan Program Dana BantuanSosok Kunaefi Korban Mutilasi Depok di Mata Tetangga dan Kronologi KejadianMakna Anniversary Pernikahan, Mengenang Perjalanan yang Telah Dilalui dan Memperkuat Ikatan EmosionalPortofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Tembus Rp327 Triliun per Juni 2026Badan Gizi Nasional Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Awasi Dapur Makan Bergizi GratisMembangun Kemandirian Energi Desa, Pertamina Perkuat Kompetensi Operator Lokal Lewat Program Desa Energi Berdikari

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Sports
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap