Perdagangan minyak mentah global sering kali melibatkan jalur-jalur rahasia untuk menghindari sanksi internasional. Bagi Anda yang ingin memahami bagaimana rantai pasok minyak ini bekerja di kawasan perairan Asia Tenggara, terdapat mekanisme operasional khusus yang digunakan oleh jaringan kapal tanker. Aktivitas perdagangan minyak Iran di kawasan Outer Port Limits (EOPL) Malaysia terus berjalan meskipun perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah berlangsung selama lima bulan. Bahkan, kelancaran operasional ini tetap bertahan setelah blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran kembali dilanjutkan sejak 14 Juli lalu.
Langkah pertama dalam rantai perdagangan ini adalah memanipulasi sistem navigasi kelautan untuk menghindari deteksi radar internasional. Sebagai contoh, kapal tanker minyak Iran bernama Humanity mematikan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) saat melintas di kawasan EOPL Malaysia di Laut China Selatan. Berdasarkan pencatatan data satelit sejak awal tahun ini, terdapat 62 kapal yang memancarkan identitas palsu atau tidak aktif ketika bergerak di antara wilayah Teluk, EOPL, Hong Kong, hingga ke China utara.








