Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menunjukkan tren positif dan melesat kuat pada awal perdagangan hari Kamis, 20 Agustus 2026. Pada pembukaan perdagangan hari itu, indeks saham kebanggaan Indonesia ini langsung mencatatkan penguatan signifikan dengan kenaikan lebih dari 1 persen. Laju kenaikan yang cepat ini menjadi perhatian para pelaku pasar karena menunjukkan gairah transaksi yang cukup tinggi sejak menit-menit pertama perdagangan dimulai. IHSG tercatat dibuka pada level 6.447,25 dan sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.460,28 tidak lama setelah pasar dibuka secara resmi.
Berdasarkan data perdagangan yang tercatat sekitar pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 6.460,28. Posisi ini menunjukkan penguatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 66,15 poin atau naik sekitar 1,03 persen jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan di awal sesi ini juga terpantau sangat aktif, di mana nilai transaksi awal tercatat sudah mencapai Rp409,3 miliar. Selain itu, volume perdagangan saham pada awal sesi ini menyentuh angka 884,1 juta saham yang ditransaksikan melalui frekuensi sebanyak 66.130 kali transaksi oleh para pelaku pasar.
Penguatan indeks pada perdagangan Kamis pagi ini terutama ditopang oleh kinerja positif dari saham-saham yang berbasis komoditas dan tambang. Dari sisi sektoral, sektor bahan baku menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan peningkatan atau penguatan yang paling tinggi dibandingkan sektor lainnya, yaitu sebesar 2,10 persen. Kenaikan di sektor bahan baku ini kemudian disusul oleh sektor utilitas yang mengalami kenaikan sebesar 1,23 persen, serta sektor energi yang turut menguat sebesar 1,22 persen pada awal perdagangan tersebut.
Cara Memantau Kondisi dan Membantu Korban Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Dalam kenaikan IHSG kali ini, sejumlah emiten atau saham terpilih tampil sebagai penopang utama indeks. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat menjadi penopang terbesar bagi laju penguatan IHSG dengan memberikan kontribusi kenaikan sekitar 6,08 poin. Selain BYAN, saham dari sektor perbankan dan tambang lainnya juga memberikan andil yang cukup besar terhadap pergerakan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang kenaikan indeks sebesar 4,71 poin, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut berkontribusi menyumbang sebesar 4,49 poin terhadap penguatan IHSG.
Emiten lain yang juga ikut memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks di awal perdagangan ini adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menyumbang sebesar 3,97 poin. Selanjutnya, ada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang memberikan kontribusi sebesar 3,23 poin, serta salah satu bank BUMN terbesar yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyumbang sebesar 3,11 poin terhadap indeks.
Ekspansi PT Harapan Duta Pertiwi Tbk, Akuisisi dan Kontrak Tambang Nikel US$14 Juta

Secara keseluruhan, kondisi pasar pada awal perdagangan hari Kamis ini didominasi oleh pergerakan saham yang bergerak di zona hijau. Berdasarkan data pergerakan saham secara umum, tercatat sebanyak 363 saham mengalami penguatan yang mendorong kenaikan indeks. Di sisi lain, terdapat 105 saham yang mengalami penurunan atau melemah, sementara sebanyak 495 saham lainnya terpantau stagnan alias tidak mengalami perubahan harga jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.






