goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Masuki Tahap Akhir Sebagai Alternatif LPG

Yohanes IpoiDiterbitkan 4 Agu 2026 - 05.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Masuki Tahap Akhir Sebagai Alternatif LPG
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan langkah besar dalam diversifikasi energi domestik. Langkah ini ditandai dengan rencana pengenalan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram yang selama ini banyak digunakan masyarakat. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proses pengujian untuk tabung gas alternatif ini kini telah memasuki fase atau tahap akhir. Kehadiran opsi energi baru ini diharapkan dapat memberikan solusi alternatif bagi kebutuhan bahan bakar rumah tangga di tanah air.

Upaya pengembangan CNG sebagai bahan bakar alternatif ini didorong oleh keinginan kuat pemerintah untuk memangkas ketergantungan terhadap impor energi yang cukup tinggi. Selama bertahun-tahun, sebagian besar pasokan LPG untuk kebutuhan domestik harus didatangkan dari luar negeri, yang berdampak pada beban keuangan negara. Berbeda dengan LPG, CNG memiliki keunggulan kompetitif karena seluruh bahan baku produksinya tersedia secara melimpah di dalam negeri. Indonesia memiliki sumber daya gas alam yang sangat kaya dan tersebar di berbagai wilayah. Potensi ini kian diperkuat dengan adanya penemuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang dapat dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal ini, pemerintah berupaya menciptakan ketahanan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Meskipun memiliki potensi besar, penerapan teknologi CNG untuk skala rumah tangga kecil menghadapi tantangan teknis yang cukup signifikan, terutama terkait aspek keselamatan. Perbedaan mendasar antara CNG dan LPG terletak pada besaran tekanan gas di dalam tabung. Gas CNG memiliki tekanan yang jauh lebih kuat, yakni berada di kisaran 200 hingga 250 bar. Tekanan ini berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan tabung LPG biasa yang hanya berkisar antara 5 hingga 10 bar. Perbedaan tekanan yang sangat tinggi ini menuntut standar keamanan tabung yang jauh lebih ketat guna mencegah risiko kebocoran atau kecelakaan saat digunakan oleh masyarakat umum dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

Aturan Bahan Pangan Makan Bergizi Gratis, Mengapa SPHP dan Minyakita Dilarang?

Aturan Bahan Pangan Makan Bergizi Gratis, Mengapa SPHP dan Minyakita Dilarang?

Untuk menjawab tantangan keamanan tersebut, Lemigas saat ini sedang melaksanakan pengujian akhir yang sangat ketat terhadap kekuatan fisik tabung CNG 3 kilogram beserta komponen katup atau valve-nya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa dirinya baru saja menerima presentasi mendetail mengenai hasil pengujian tabung dan katup tersebut sekitar tiga hari yang lalu. Saat ini, tahapan pengujian yang masih harus diselesaikan adalah uji tembak dengan metode pembakaran pada suhu sangat tinggi mencapai 850 derajat Celcius. Uji coba ekstrem ini dirancang untuk memastikan kekuatan tabung dalam kondisi terburuk. Guna menjaga keakuratan dan standar keselamatan, uji tembak tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan di dua negara secara paralel, yaitu di China dan di Indonesia.

Secara teknologi, CNG sebenarnya bukanlah hal yang asing di sektor industri dan komersial Indonesia. Gas alam terkompresi ini telah lama dimanfaatkan secara efektif di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka). Bahkan, teknologi CNG juga telah diintegrasikan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis yang digulirkan oleh pemerintah. Hanya saja, selama ini pemanfaatan CNG masih sangat terbatas pada penggunaan tabung berkapasitas besar dengan berat di atas 10 hingga 20 kilogram. Dengan dikembangkannya tabung ukuran 3 kilogram, teknologi ini diharapkan dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih luas dan menjadi alternatif yang lebih praktis serta aman bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada LPG ukuran kecil.

Baca Juga

Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Digelar 11 Agustus 2026

Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Digelar 11 Agustus 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan agar pemerintah sudah bisa mulai memperkenalkan tabung CNG 3 kilogram ini kepada masyarakat luas pada bulan Agustus ini. Pengenalan ini diharapkan dapat menjadi awal dari sosialisasi penggunaan energi alternatif yang lebih bersih dan berbasis sumber daya lokal. Namun demikian, realisasi peluncuran dan distribusi komersial sepenuhnya masih sangat bergantung pada hasil akhir dari seluruh rangkaian pengujian teknis yang sedang berlangsung, termasuk uji tembak suhu tinggi di Indonesia dan China. Pemerintah berkomitmen untuk tidak terburu-buru mendistribusikan tabung tersebut sebelum seluruh standar keselamatan teruji secara sempurna demi menjamin keamanan para konsumen di masa mendatang.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian ESDMBahlil LahadaliaCNG 3 KgEnergi AlternatifLPG 3 Kg

Berita Terbaru Lainnya

Aturan Bahan Pangan Makan Bergizi Gratis, Mengapa SPHP dan Minyakita Dilarang?Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Digelar 11 Agustus 2026Usulan Koalisi Buruh Terkait PKWT dan Outsourcing dalam RUU KetenagakerjaanPenjelasan Polda Sumut Terkait Kasus Kematian Perempuan Akibat Senjata Api di MedanIntegrasi Data Dukcapil Menjadi Fondasi Baru Layanan Publik DigitalPerjuangan Ayah Selamatkan Balita dari Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraKerja Sama Indonesia dan Thailand dalam Pemberantasan Kejahatan Transnasional dan Pemulangan WNITren Pertumbuhan Simpanan Perbankan dan Lonjakan Saldo Jumbo

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

Ekonomi

Prestasi JakOne Mobile dan Strategi Transformasi Digital Bank Jakarta

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir JuliTravel & Events 路 30 Jul 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap