goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Tantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Yohanes IpoiDiterbitkan 6 Agu 2026 - 09.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Badan Pusat Statistik baru saja merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal kedua tahun 2026. Meskipun angka pertumbuhan secara keseluruhan menunjukkan performa yang cukup baik, terdapat catatan penting dari kalangan ekonom mengenai kinerja perdagangan internasional. Ekonom Ryan Kiryanto secara khusus menyoroti terjadinya kontraksi pada sektor ekspor dan impor Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, pemerintah diimbau untuk memberikan perhatian lebih pada sektor perdagangan luar negeri ini agar target pertumbuhan tahunan tetap berada pada jalurnya.

Berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai dinamika pertumbuhan ekonomi dan catatan kritis terhadap kinerja ekspor nasional.

Bagaimana potret pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026?

Secara umum, perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja yang positif pada kuartal II 2026. Produk Domestik Bruto tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan atau yoy. Jika dihitung secara ctc, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,34 persen, sedangkan secara qtq tercatat tumbuh sebesar 3,73 persen. Secara nominal, nilai PDB atas dasar harga konstan pada kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp 3.576,2 triliun, sementara nilai PDB atas dasar harga berlaku berhasil mencapai Rp 6.552,1 triliun. Capaian ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 yang dipatok pada kisaran 5,3 hingga 5,6 persen.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Apa saja sektor dan komponen pengeluaran yang menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut?

Baca Juga

Pemberhentian Praktik Dokter PPDS di RSUP Dr Sardjito, Alasan, Kronologi, dan Pembagian Wewenang

Pemberhentian Praktik Dokter PPDS di RSUP Dr Sardjito, Alasan, Kronologi, dan Pembagian Wewenang

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak terbesar bagi perekonomian nasional dengan kontribusi pertumbuhan mencapai 2,67 persen. Penopang berikutnya adalah investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto yang memberikan andil sebesar 2,06 persen, diikuti oleh konsumsi pemerintah dengan kontribusi sebesar 1,07 persen. Sementara itu, jika dilihat dari lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 utamanya didukung oleh kinerja sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, serta sektor informasi dan komunikasi. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi adalah pengadaan listrik dan gas yang melonjak hingga 10,81 persen secara tahunan. Lonjakan di sektor ini didorong oleh peningkatan penjualan listrik di hampir seluruh segmen pelanggan, khususnya kelompok rumah tangga, pelaku bisnis, dan sektor industri.

Mengapa kinerja ekspor dan impor Indonesia mengalami kontraksi?

Meskipun konsumsi domestik dan investasi tumbuh kuat, kinerja perdagangan luar negeri Indonesia justru menunjukkan pelemahan. Kontribusi neto dari ekspor dan impor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tercatat minus 0,78 persen. Menurut analisis ekonom, lesunya kinerja ekspor ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal. Di antaranya adalah peningkatan risiko geopolitik global serta kebijakan Amerika Serikat yang menaikkan tarif masuk sebesar 10 persen. Selain itu, penurunan permintaan global serta merosotnya harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan bauksit turut memperparah tekanan terhadap neraca perdagangan.

Apa rekomendasi ekonom untuk mengatasi kelesuan ekspor ini?

Baca Juga

Penyebab Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Papua dan Langkah Evaluasi Pemerintah

Penyebab Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Papua dan Langkah Evaluasi Pemerintah

Guna mengatasi tekanan pada neraca perdagangan yang diperkirakan masih akan berlanjut, ekonom Ryan Kiryanto menyarankan agar pemerintah mendorong ekspor alternatif dari sektor manufaktur. Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan daya saing melalui reformasi birokrasi agar prosesnya menjadi lebih efisien, efektif, dan probisnis. Kepastian regulasi atau kebijakan di berbagai bidang juga sangat krusial untuk mengembalikan, memulihkan, serta memperkuat kepercayaan publik, pelaku ekonomi, pasar, dan para pemodal.

Bagaimana menjaga agar pertumbuhan ekonomi domestik tetap kuat di tengah tekanan eksternal?

Untuk mengimbangi dampak dari penurunan ekspor, ekonomi domestik harus terus dijaga. Ryan Kiryanto menekankan pentingnya mempertahankan atau bahkan meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah dan lapis bawah. Di sisi lain, belanja pemerintah perlu diperkuat melalui penyaluran bantuan sosial serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang lebih efisien, efektif, dan tepat sasaran. Terakhir, investasi langsung, baik dari Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri, juga harus terus didorong.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPSEkonomi NasionalPDB IndonesiaKinerja Ekspor

Berita Terbaru Lainnya

Pemberhentian Praktik Dokter PPDS di RSUP Dr Sardjito, Alasan, Kronologi, dan Pembagian WewenangPenyebab Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Papua dan Langkah Evaluasi PemerintahKetimpangan Pengeluaran Masyarakat Indonesia Meningkat di Tengah Penurunan KemiskinanRekor Baru Spider-Man hingga Pembatalan Proyek Blade Marvel StudiosDetail Harga, Spesifikasi, dan Skema Pemesanan Honda Super-ONE di IndonesiaSinergi Pentahelix dan Transformasi Pelayanan Keimigrasian di Sulawesi UtaraProspek dan Tantangan Ekonomi Indonesia Setelah Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Siap Tempur di Astana

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap