goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Ketimpangan Pengeluaran Masyarakat Indonesia Meningkat di Tengah Penurunan Kemiskinan

Agus KusumaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 09.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketimpangan Pengeluaran Masyarakat Indonesia Meningkat di Tengah Penurunan Kemiskinan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai dinamika perekonomian masyarakat Indonesia pada Maret 2026. Berdasarkan data tersebut, terdapat dua fenomena yang kontradiktif terjadi secara bersamaan di tanah air. Di satu sisi, tingkat kemiskinan secara nasional berhasil mencatatkan penurunan. Namun di sisi lain, ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia justru dilaporkan mengalami peningkatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk miskin berkurang, jarak atau kesenjangan pengeluaran antara kelompok masyarakat berpendapatan rendah dan tinggi justru semakin melebar.

Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia ini diukur dengan menggunakan indikator Gini Ratio. Pada Maret 2026, Gini Ratio Indonesia tercatat sebesar 0,368. Angka ketimpangan ini mengalami kenaikan sebesar 0,005 poin jika dibandingkan dengan kondisi pada September 2025 yang berada pada angka 0,363. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa Gini Ratio memiliki rentang nilai antara 0 hingga 1. Semakin angka Gini Ratio mendekati 0, hal tersebut menunjukkan bahwa distribusi pengeluaran di antara penduduk semakin merata. Sebaliknya, jika angka tersebut semakin mendekati 1, hal itu mencerminkan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi di tengah masyarakat.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Apabila dilakukan analisis berdasarkan wilayah tempat tinggal, ketimpangan pengeluaran di perkotaan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan di perdesaan. BPS mencatat bahwa pada Maret 2026, Gini Ratio di wilayah perkotaan mencapai angka 0,387. Sementara itu, Gini Ratio di wilayah perdesaan tercatat berada di level yang lebih rendah, yaitu sebesar 0,296. Walaupun terdapat perbedaan besaran angka di antara kedua wilayah tersebut, tingkat ketimpangan baik di kawasan perkotaan maupun di perdesaan sama-sama mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi pada September 2025. Hal ini menandakan bahwa pelebaran jurang ketimpangan pengeluaran terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Di tengah meningkatnya ketimpangan tersebut, data mengenai tingkat kemiskinan di Indonesia justru menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 tercatat mencapai 22,93 juta orang. Jumlah ini mengalami penurunan yang cukup berarti dibandingkan dengan data pada September 2025 yang sempat mencapai 23,36 juta orang. Secara persentase, tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen. Persentase tersebut tercatat mengalami penurunan dari kondisi pada September 2025 yang berada di level 8,25 persen.

Baca Juga

Tantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Tantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

BPS juga merinci perkembangan indikator garis kemiskinan yang menjadi acuan. Garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp669.235 per kapita per bulan. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,33 persen dibandingkan dengan garis kemiskinan pada September 2025 yang sebesar Rp641.443 per kapita per bulan. Berdasarkan karakteristiknya, rata-rata satu rumah tangga miskin di Indonesia pada Maret 2026 memiliki anggota rumah tangga sebanyak 4,62 orang. Dengan rata-rata jumlah anggota tersebut, maka garis kemiskinan untuk tingkat rumah tangga secara nasional mencapai Rp3.091.866 pada periode Maret 2026.

Gambaran mengenai kondisi perekonomian dan kapasitas finansial masyarakat Indonesia ini juga diperkuat oleh data simpanan perbankan. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, memaparkan bahwa fenomena simpanan masyarakat masih terus bertumbuh di seluruh kelompok nominal hingga periode Juni 2026. Pertumbuhan simpanan ini terjadi di semua tingkatan nominal tabungan, mulai dari kelompok pemilik rekening kecil hingga nasabah dengan saldo bernilai besar.

Secara lebih rinci, LPS melaporkan bahwa simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta, yang mayoritas kepemilikannya dipegang oleh perorangan atau rumah tangga, berhasil tumbuh sebesar 5,16 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, untuk kelompok simpanan dengan nominal di bawah Rp5 juta, terjadi peningkatan pertumbuhan sebesar 7,36 persen. Laju pertumbuhan pada kelompok simpanan di bawah Rp5 juta ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2,02 persen.

Baca Juga

Detail Harga, Spesifikasi, dan Skema Pemesanan Honda Super-ONE di Indonesia

Detail Harga, Spesifikasi, dan Skema Pemesanan Honda Super-ONE di Indonesia

Di sisi lain, pertumbuhan yang sangat signifikan justru ditunjukkan oleh kelompok nasabah kaya. Tabungan milik nasabah dengan nilai simpanan di atas Rp5 miliar dilaporkan berhasil tumbuh hingga mencapai 15,4 persen. Perbedaan laju pertumbuhan simpanan yang cukup mencolok antara kelompok nominal bawah dan kelompok nominal atas ini sejalan dengan potret ketimpangan pengeluaran yang dirilis oleh BPS. Akumulasi dana di perbankan menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan simpanan besar memiliki kapasitas pertumbuhan finansial yang jauh lebih cepat.

Secara keseluruhan, data Gini Ratio dari BPS per Maret 2026 yang memotret distribusi pengeluaran, serta data pertumbuhan simpanan dari LPS hingga Juni 2026, memberikan gambaran utuh mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat. Meskipun upaya pengentasan kemiskinan terus menunjukkan hasil positif dengan menurunnya jumlah penduduk miskin, tantangan besar berupa meningkatnya ketimpangan pengeluaran di perkotaan dan perdesaan tetap memerlukan perhatian serius agar kue pembangunan dapat terdistribusi secara lebih merata ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LPSBPSGini RatioKetimpangan EkonomiKemiskinan

Berita Terbaru Lainnya

Pemberhentian Praktik Dokter PPDS di RSUP Dr Sardjito, Alasan, Kronologi, dan Pembagian WewenangPenyebab Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Papua dan Langkah Evaluasi PemerintahTantangan Ekspor Indonesia di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026Rekor Baru Spider-Man hingga Pembatalan Proyek Blade Marvel StudiosDetail Harga, Spesifikasi, dan Skema Pemesanan Honda Super-ONE di IndonesiaSinergi Pentahelix dan Transformasi Pelayanan Keimigrasian di Sulawesi UtaraProspek dan Tantangan Ekonomi Indonesia Setelah Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Siap Tempur di Astana

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap