Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kini tengah mendapat sorotan tajam setelah munculnya laporan dugaan keracunan makanan di beberapa wilayah. Salah satu insiden menonjol menimpa sejumlah siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (5/8) pagi. Setelah menyantap sajian yang dibagikan oleh panitia program, beberapa anak dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Saat ini, kondisi delapan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut dilaporkan terus membaik, dengan satu orang di antaranya sudah diizinkan pulang ke rumah oleh tim medis.
Namun, kasus serupa tidak hanya terjadi di Pulau Papua. Di wilayah lain seperti Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan juga diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu program MBG. Sementara di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sebanyak 37 korban dugaan keracunan masih harus menjalani perawatan intensif hingga Rabu (8/4). Kasus serupa di Kabupaten Kudus juga memicu respons serius dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto telah memaparkan data statistik untuk mengevaluasi jalannya program ini secara menyeluruh, mengingat pentingnya menjaga standar kesehatan bagi para penerima manfaat.








