goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya HidupBerita UtamaEdukasiMegapolitanHiburanMarketTravelPopuler
Beranda/Nasional

Suhu Mencapai 39 Derajat Celsius, Presiden Korea Selatan Instruksikan Mobilisasi Nasional Hadapi Gelombang Panas

Ding BalangDiterbitkan 6 Agu 2026 - 22.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Suhu Mencapai 39 Derajat Celsius, Presiden Korea Selatan Instruksikan Mobilisasi Nasional Hadapi Gelombang Panas
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Korea Selatan kini berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi ancaman gelombang panas ekstrem yang terus melanda wilayahnya. Menanggapi situasi yang semakin kritis ini, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara langsung turun tangan dengan mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya. Presiden memerintahkan seluruh kementerian serta pemerintah daerah untuk segera memaksimalkan mobilisasi personel dan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki secara optimal guna merespons dampak buruk dari gelombang panas ekstrem tersebut. Langkah darurat ini diambil demi memastikan keselamatan warga di tengah cuaca panas yang membahayakan.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalBeritaKriminalKesehatanPendidikanHukumBerita LokalInternasionalOtomotifNewsBerita UmumEkonomi & BisnisTeknologiHukum & KriminalLingkunganEnergiPolitikBisnisInfrastrukturBerita NasionalMetroOlahragaPropertiGaya Hidup

Kondisi cuaca di ibu kota negara, Seoul, diperkirakan akan mencapai titik terpanasnya pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, dengan suhu yang diproyeksikan menyentuh puncaknya di kisaran 39 derajat Celsius. Presiden Lee Jae-myung mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam terhadap fenomena cuaca ini. Beliau menyatakan bahwa negara saat ini sedang mengalami situasi darurat di mana panas ekstrem dalam skala yang belum pernah dialami sebelumnya terus terjadi dari hari ke hari. Suhu ekstrem ini pun mendekati catatan sejarah kelam cuaca di Seoul, di mana rekor suhu tertinggi kota tersebut pernah tercatat mencapai 39,6 derajat Celsius pada bulan Agustus 2018 silam saat terjadi gelombang panas bersejarah.

Tidak hanya pada siang hari, hawa panas juga terus menyelimuti wilayah Korea Selatan hingga malam hari. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi Korea (KMA), suhu udara di beberapa wilayah terpantau hampir tidak mengalami penurunan di bawah 30 derajat Celsius sepanjang malam. Fenomena malam tropis yang menyiksa ini membuat kondisi fisik masyarakat semakin rentan karena tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup dari paparan suhu panas ekstrem pada siang harinya. Hingga saat ini, dampak fatal dari gelombang panas ini telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, dengan laporan yang mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem ini telah menewaskan lebih dari 20 orang di Korea Selatan.

Baca Juga

Skandal Makalah Ilmiah SSRN Pencatut Nama Prabowo, Temuan Awal Kemdikti Saintek

Skandal Makalah Ilmiah SSRN Pencatut Nama Prabowo, Temuan Awal Kemdikti Saintek

Guna mencegah bertambahnya jumlah korban jiwa akibat cuaca ekstrem ini, Presiden Lee Jae-myung secara khusus meminta pemerintah untuk memperkuat perlindungan bagi kelompok-kelompok yang dinilai paling rentan. Kelompok rentan yang menjadi fokus utama perlindungan ini meliputi warga lanjut usia serta populasi lainnya yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan penerapan aturan waktu istirahat yang jauh lebih ketat bagi para pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Pembatasan jam kerja dan kewajiban istirahat ini wajib diterapkan terutama selama periode jam-jam dengan suhu tertinggi guna mencegah terjadinya korban akibat sengatan panas.

Dampak buruk dari gelombang panas ekstrem ini juga sangat dirasakan di sektor olahraga nasional. Organisasi Bisbol Korea mengambil langkah drastis dengan membatalkan seluruh 10 pertandingan yang telah dijadwalkan untuk hari Rabu dan Kamis. Keputusan pembatalan massal ini terpaksa diambil setelah adanya laporan mengenai beberapa penonton yang pingsan akibat tidak kuat menahan suhu udara yang sangat tinggi. Salah satu insiden yang memicu kekhawatiran besar terjadi di kota Incheon, di mana seorang penonton dilaporkan kolaps di tengah berlangsungnya pertandingan bisbol akibat paparan suhu panas yang ekstrem.

Baca Juga

Pemerintah Tunda Pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace hingga November 2026

Pemerintah Tunda Pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace hingga November 2026

Secara meteorologi, pihak berwenang mencurigai kehadiran Topan Dolphin sebagai salah satu faktor pemicu yang memperparah kondisi gelombang panas di Korea Selatan. Walaupun topan tersebut dilaporkan tidak memberikan ancaman bahaya secara langsung terhadap wilayah Korea Selatan, kehadirannya disinyalir memperkuat hembusan angin timur yang melintasi pegunungan di Semenanjung Korea. Angin timur yang melewati pegunungan ini kemudian turun ke wilayah di baliknya dan memicu kenaikan suhu udara di beberapa daerah. Menghadapi situasi ini, pemerintah Korea Selatan terus mengimbau seluruh warga masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi, serta selalu memantau dan mengikuti seluruh peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Korea SelatanGelombang PanasLee Jae-myungKondisi Darurat

Berita Terbaru Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,29 Persen pada Triwulan II 2026Skandal Makalah Ilmiah SSRN Pencatut Nama Prabowo, Temuan Awal Kemdikti SaintekPemerintah Tunda Pemungutan PPh Pasal 22 Marketplace hingga November 2026Sengketa Tiga Pembina Yayasan di Balik Penemuan 995 Senjata di Pondok PinangJaringan Ritel Emas Galeri 24 Mengincar Sertifikasi Internasional LBMACara UMKM Rumahan Naik Kelas Melalui Kemasan dan Pemasaran DigitalPenyaluran Program Pensiun dan Jaminan Kematian TASPEN bagi Pejabat NegaraSinergi Danantara dan Kementerian Keuangan untuk Akselerasi Konsolidasi BUMN

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

Travel & Events

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Digelar di Berastagi Akhir Juli

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan PersebayaOlahraga 路 1 Agu 2026
Berita Utama
Edukasi
Megapolitan
Hiburan
Market
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap