Sektor informal masih mendominasi struktur ketenagakerjaan di Indonesia dengan porsi mencapai 59,30 persen. Di tengah tingginya ketergantungan pada sektor ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumahan dituntut untuk kreatif agar bisa bertahan dan berkembang. Salah satu langkah nyata terlihat di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta, tempat 30 produsen rumahan peyek dan bawang goreng mendapatkan pembekalan khusus. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Mercu Buana, para pelaku usaha ini diajarkan secara langsung cara mengubah penampilan produk dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Kegiatan yang mengusung tema Transformasi Komunikasi Pemasaran UMKM melalui Digital Content Marketing dan Redesain Visual Produk ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2026. Alasan utama diadakannya pelatihan ini adalah masih banyaknya UMKM rumahan yang belum mengoptimalkan kemasan produk dan media digital untuk promosi. Tanpa kemasan yang menarik dan pemasaran yang terarah, produk lokal berkualitas sering kali sulit bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan dapat mandiri dalam mengelola strategi pemasaran mereka sendiri.








