goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Teknologi

Sistem Prediksi Bencana Berbasis Kecerdasan Buatan dari Google

Nyaring JalungDiterbitkan 9 Agu 2026 - 04.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sistem Prediksi Bencana Berbasis Kecerdasan Buatan dari Google
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Data dari United Nations menunjukkan dampak buruk bencana alam secara global yang terjadi selama satu dekade terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, bencana alam diperkirakan telah menewaskan sekitar 700.000 orang di berbagai penjuru dunia. Selain korban jiwa, terdapat sekitar 1,7 miliar orang lainnya yang ikut terdampak oleh berbagai bencana tersebut. Skala dampak yang sangat besar ini mendorong perlunya langkah mitigasi yang lebih cepat dan efisien untuk meminimalkan risiko di masa mendatang.

Sebagai langkah nyata untuk menghadapi tantangan ini, Google mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pengembangan teknologi ini dirancang khusus untuk membantu pemerintah serta masyarakat luas agar bisa mendapatkan peringatan bencana secara lebih cepat. Sistem ini difokuskan untuk mengantisipasi berbagai jenis bencana, mulai dari banjir sungai, banjir bandang, badai, hingga kebakaran hutan. Upaya yang dilakukan Google ini juga berjalan selaras dalam mendukung inisiatif Early Warnings for All yang digagas oleh United Nations untuk memperluas jangkauan peringatan dini ke seluruh dunia.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Berikut adalah beberapa jawaban atas pertanyaan umum terkait cara kerja, jangkauan, serta batasan dari teknologi AI penanggulangan bencana yang dikembangkan oleh Google.

Bagaimana cara kerja teknologi Flood Hub dalam memprediksi banjir sungai?

Google mengandalkan teknologi bernama Flood Hub untuk mengantisipasi luapan air sungai. Sistem berbasis kecerdasan buatan ini memiliki kemampuan untuk memprediksi banjir sungai hingga tujuh hari sebelum bencana tersebut benar-benar terjadi. Saat ini, cakupan wilayah risiko yang dipantau oleh Flood Hub telah menjangkau lebih dari 150 negara. Informasi peringatan dini yang dihasilkan oleh platform ini berpotensi menjangkau sekitar 2 miliar orang secara global melalui integrasi langsung ke layanan Google Search, Google Maps, serta notifikasi pada perangkat Android.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika Atmosfer

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika Atmosfer

Apakah AI milik Google juga dapat memprediksi banjir bandang di kawasan perkotaan?

Banjir bandang di perkotaan memerlukan penanganan yang berbeda karena durasi kejadiannya yang sangat cepat. Untuk mengatasinya, Google memanfaatkan kecerdasan buatan dengan menggabungkan berbagai sumber data yang kompleks, seperti data cuaca terbaru, hasil pengukuran debit air sungai, citra satelit, hingga data historis wilayah terkait. Melalui sistem yang disebut Groundsource, Google berhasil mengembangkan teknologi yang mampu memberikan prediksi banjir bandang perkotaan hingga 24 jam sebelum peristiwa terjadi. Peringatan satu hari sebelumnya ini memberikan waktu yang sangat berharga bagi warga untuk bersiap.

Bagaimana metode pemantauan kebakaran hutan yang dilakukan oleh Google?

Untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan, Google mengoperasikan sistem pemantauan berbasis AI yang saat ini sudah tersedia di 34 negara. Dalam mengoptimalkan pemantauan ini, Google menjalin kolaborasi dengan Earth Fire Alliance dan Muon Space. Kerja sama ini dilakukan melalui pemanfaatan konstelasi satelit FireSat. Dengan dukungan teknologi satelit tersebut, deteksi titik api dan pemetaan potensi penyebaran kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat untuk membantu petugas di lapangan.

Baca Juga

Panduan Memastikan Kompatibilitas Fitur eSIM pada Ponsel Android dan iPhone

Panduan Memastikan Kompatibilitas Fitur eSIM pada Ponsel Android dan iPhone

Bagaimana kecerdasan buatan digunakan untuk menganalisis kerusakan setelah bencana terjadi?

Peran kecerdasan buatan tidak berhenti saat bencana melanda, melainkan berlanjut hingga fase pemulihan pascabencana. Google bekerja sama dengan UNOSAT untuk menganalisis tingkat kerusakan infrastruktur menggunakan teknologi AI. Sebagai contoh nyata, teknologi ini telah digunakan untuk membantu menilai lebih dari 385.000 bangunan yang terdampak oleh Badai Melissa di Jamaika pada tahun 2025. Analisis cepat ini membantu lembaga kemanusiaan dan pemerintah setempat dalam memetakan area yang membutuhkan bantuan darurat segera.

Apa saja batasan serta tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi AI ini?

Meskipun memiliki potensi besar, teknologi AI untuk prediksi bencana ini tetap memiliki sejumlah keterbatasan dan risiko. Salah satu kendala utama adalah potensi penyebaran informasi visual yang tidak akurat kepada publik. Untuk mengantisipasi hal ini, Google dilaporkan sempat menarik fitur eksperimental berbasis AI di Google Earth guna mencegah penyebaran informasi visual palsu. Selain itu, keakuratan prediksi sangat bergantung pada ketersediaan data lokal yang lengkap, dan sistem ini tetap memiliki batasan waktu prediksi, seperti maksimal 24 jam untuk banjir bandang perkotaan. Oleh karena itu, teknologi ini harus tetap diposisikan sebagai alat penunjang keputusan yang mendampingi metode pemantauan konvensional.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kecerdasan BuatanTeknologi AIGoogle

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Meluas di Kaldera, Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup TotalPelaku Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem 2026 TerungkapTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026 dengan Diskon hingga 50 Persen Plus 20 PersenPrakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika AtmosferKasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga PelakuAkhir Pekan, IHSG Menguat dan Rupiah Berada di Level Rp 17.890 per Dolar ASJejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCAPanduan Memastikan Kompatibilitas Fitur eSIM pada Ponsel Android dan iPhone

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026