Data dari United Nations menunjukkan dampak buruk bencana alam secara global yang terjadi selama satu dekade terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, bencana alam diperkirakan telah menewaskan sekitar 700.000 orang di berbagai penjuru dunia. Selain korban jiwa, terdapat sekitar 1,7 miliar orang lainnya yang ikut terdampak oleh berbagai bencana tersebut. Skala dampak yang sangat besar ini mendorong perlunya langkah mitigasi yang lebih cepat dan efisien untuk meminimalkan risiko di masa mendatang.
Sebagai langkah nyata untuk menghadapi tantangan ini, Google mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pengembangan teknologi ini dirancang khusus untuk membantu pemerintah serta masyarakat luas agar bisa mendapatkan peringatan bencana secara lebih cepat. Sistem ini difokuskan untuk mengantisipasi berbagai jenis bencana, mulai dari banjir sungai, banjir bandang, badai, hingga kebakaran hutan. Upaya yang dilakukan Google ini juga berjalan selaras dalam mendukung inisiatif Early Warnings for All yang digagas oleh United Nations untuk memperluas jangkauan peringatan dini ke seluruh dunia.








