goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Jejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCA

Agus KusumaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 03.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCA
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pertemuan tidak sengaja di atas pesawat menuju Hong Kong pada tahun 1975 menjadi titik balik penting bagi lanskap perbankan di Indonesia. Di dalam penerbangan tersebut, pendiri Salim Group, Sudono Salim (yang juga dikenal sebagai Liem Sioe Liong), bertemu dengan tokoh perbankan Mochtar Riady. Saat itu, Mochtar mengutarakan impiannya untuk mendirikan sebuah bank baru. Di sisi lain, Sudono Salim tengah mencari sosok profesional yang tepat untuk mengelola tiga bank miliknya, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA). Pertemuan ini berujung pada tawaran kemitraan strategis dari Salim yang langsung disambut baik oleh Mochtar. Kolaborasi ini kemudian menjadi fondasi kokoh yang mengubah BCA dari bank skala kecil menjadi salah satu kekuatan perbankan swasta terbesar di tanah air. Namun, di balik keputusan bisnis yang sangat menentukan ini, ada kisah spiritual yang melatarbelakanginya, melibatkan perjalanan rutin sang konglomerat ke

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Gunung Kawi
.

Bagi masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya, Gunung Kawi memang sudah lama dikenal memiliki daya tarik spiritual yang kuat. Berdasarkan buku "Gunung Kawi: Fakta dan Mitos", kawasan ini kerap dikunjungi orang-orang untuk berbagai keperluan spiritual, termasuk mencari petunjuk dari peramal. Sudono Salim merupakan salah satu tokoh yang secara rutin mengunjungi tempat ini. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Salim biasa menempuh perjalanan darat selama kurang lebih tiga jam dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Tidak tanggung-tanggung, ia bisa melakukan perjalanan spiritual ini sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun. Saat berkunjung ke sana, ia biasanya memilih untuk berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa guna menenangkan diri dan mencari petunjuk spiritual sebelum mengambil keputusan penting.

Kebiasaan spiritual ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari persiapan matang sebelum memulai proyek bisnis berskala besar. Sebelum meluncurkan ekspansi bisnis baru, Sudono Salim terbiasa berkonsultasi dengan peramal dan menjalankan sejumlah ritual khusus. Salah satu metode ramalan yang kerap ia jalankan adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu yang berisi lidi-lidi bertuliskan pesan tertentu. Proses ini dilakukan hingga sebatang lidi terjatuh keluar dari tabung. Tulisan yang tertera pada lidi tersebut kemudian dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal setempat untuk menentukan langkah bisnis selanjutnya. Praktik ini menunjukkan bagaimana aspek spiritualitas tradisional berjalan beriringan dengan insting bisnis modern dalam perjalanan hidup sang konglomerat.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika Atmosfer

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika Atmosfer

Pengaruh petunjuk dari peramal di Gunung Kawi ini terlihat jelas saat Sudono Salim memutuskan untuk bermitra dengan Mochtar Riady dalam membesarkan BCA. Kisah ini didokumentasikan dalam buku "Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto" (2016) yang ditulis oleh Richard Borsuk dan Nancy Chng. Buku tersebut mencatat bahwa sekembalinya dari Gunung Kawi untuk menemui peramal, Salim dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa dirinya akan menjadi "Tang Sheng" bagi Mochtar. Tang Sheng sendiri merupakan tokoh guru yang bijaksana dalam kisah klasik Tiongkok. Keyakinan spiritual inilah yang memantapkan langkah Salim untuk menyerahkan pengelolaan manajemen bank kepada Mochtar, sementara ia sendiri memberikan dukungan modal yang kuat serta jaringan bisnisnya yang sangat luas.

Selain ritual ramalan di Gunung Kawi, Sudono Salim juga sangat memercayai prinsip feng shui dalam menjalankan roda usahanya. Hal ini terlihat nyata pada tahun 1968 ketika ia bersiap meluncurkan usaha patungan bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai Gang of Four. Kelompok ini beranggotakan Sudono Salim sendiri, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad. Saat merintis kerja sama besar ini, Salim bersikeras untuk menggunakan sebuah kantor yang sangat sederhana dan sempit. Ruangan tersebut hanya berisi satu meja, satu telepon, dua kursi, serta tidak dilengkapi dengan pendingin udara. Keputusan tidak biasa ini diambil murni karena Salim meyakini bahwa lokasi dan tata letak ruangan tersebut memiliki feng shui yang sangat baik untuk mendatangkan keberuntungan bagi kongsi dagang mereka.

Baca Juga

Kasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga Pelaku

Kasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga Pelaku

Kisah perjalanan spiritual Sudono Salim ke Gunung Kawi memberikan perspektif menarik mengenai bagaimana keputusan-keputusan bisnis raksasa di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh kearifan lokal dan keyakinan spiritual. Bagi para pelancong atau peminat sejarah yang ingin mengunjungi Gunung Kawi, kawasan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan, tetapi juga jejak-jejak sejarah dari para tokoh besar yang pernah mencari ketenangan di sana. Meskipun zaman telah berganti dan teknologi bisnis semakin modern, kisah tentang bagaimana sebuah keputusan di atas pesawat tahun 1975 berpadu dengan petunjuk ramalan di kuil Gunung Kawi tetap menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan ekonomi nasional yang patut untuk disimak.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sudono SalimBCAGunung KawiSejarah Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Potensi Hujan dan Dinamika AtmosferSistem Prediksi Bencana Berbasis Kecerdasan Buatan dari GoogleKasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga PelakuAkhir Pekan, IHSG Menguat dan Rupiah Berada di Level Rp 17.890 per Dolar ASPanduan Memastikan Kompatibilitas Fitur eSIM pada Ponsel Android dan iPhoneVinFast Gandeng Bank Danamon Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di IndonesiaPersiapan Penting Sebelum Mengikuti Lelang Mobil BekasPemisahan Aset Jaringan Telkom ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 Triliun

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026