goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Pemisahan Aset Jaringan Telkom ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 Triliun

Marulitua PardedeDiterbitkan 9 Agu 2026 - 03.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemisahan Aset Jaringan Telkom ke InfraNexia Senilai Rp 49,9 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi menyelesaikan langkah pemisahan portofolio dan aset infrastruktur jaringan tahap kedua. Nilai transaksi untuk pemisahan ini tercatat mencapai angka Rp 49,9 triliun. Melalui aksi korporasi tersebut, aset-aset infrastruktur telekomunikasi dialihkan kepada anak usaha mereka, PT Telkom Infrastruktur Indonesia, yang juga dikenal publik dengan nama baru yakni InfraNexia. Langkah ini menyusul pelaksanaan pemisahan tahap pertama yang telah efektif berjalan sejak bulan Januari 2026 yang lalu.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Penyelesaian transaksi ini menjadi tonggak penting bagi TelkomGroup dalam melakukan restrukturisasi internal. Sebagai salah satu langkah besar dalam menata portofolio bisnisnya, pemisahan unit bisnis ini diharapkan mampu mengoptimalkan nilai dari infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki oleh perusahaan pelat merah tersebut. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak, tujuan, serta detail aset dalam transaksi bernilai puluhan triliun rupiah ini, berikut adalah rangkuman pertanyaan dan jawaban penting yang perlu diketahui.

Apa yang dimaksud dengan InfraNexia dan apa perannya bagi TelkomGroup?

PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau yang kini resmi disebut sebagai InfraNexia merupakan sebuah perusahaan operasional yang berada langsung di bawah naungan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Perusahaan ini dibentuk dan diperkuat untuk menjadi pilar utama dalam mengelola bisnis konektivitas grosir milik TelkomGroup. Dengan adanya pemisahan ini, InfraNexia memegang kendali penuh atas pengelolaan operasional jaringan, sehingga Telkom dapat lebih fokus pada fungsi pengawasan dan arah kebijakan bisnis secara menyeluruh.

Kapan pemisahan ini dimulai dan berapa nilai transaksi yang terlibat?

Proses pemisahan aset infrastruktur jaringan ini dilakukan dalam beberapa tahapan terencana. Tahap pertama dari pemisahan ini telah dinyatakan efektif berlaku sejak Januari 2026. Setelah tahap pertama berjalan, Telkom melanjutkan ke tahap kedua yang transaksinya baru saja dirampungkan dengan nilai mencapai Rp 49,9 triliun. Angka transaksi yang sangat besar ini mencerminkan nilai strategis dari aset-aset jaringan yang dialihkan demi mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Baca Juga

Kasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga Pelaku

Kasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga Pelaku

Aset apa saja yang kini dialihkan dan dimiliki oleh InfraNexia?

Melalui penyelesaian proses transfer portofolio dan aset pada tahap kedua ini, InfraNexia akan menguasai serta memiliki lebih dari 90 persen dari total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki dan dikelola langsung oleh Telkom. Aset-aset yang dialihkan ke dalam kepemilikan InfraNexia ini mencakup seluruh jaringan akses yang menghubungkan langsung ke pelanggan, jaringan tulang punggung utama, serta berbagai macam infrastruktur pendukung jaringan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah.

Seberapa luas jangkauan jaringan yang dikelola oleh InfraNexia?

Skala infrastruktur yang kini berada di bawah pengelolaan InfraNexia sangat masif. Perusahaan operasional ini akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan serat optik. Di dalam bentangan kabel tersebut, terdapat pula sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut domestik yang membentang untuk menghubungkan pulau-pulau di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai gambaran, total panjang keseluruhan jaringan serat optik yang dikelola oleh anak usaha ini setara dengan hampir tiga kali lipat keliling bumi.

Bagaimana pemisahan ini berkaitan dengan strategi bisnis jangka panjang Telkom?

Baca Juga

Jejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCA

Jejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCA

Langkah pemisahan unit bisnis ini merupakan bagian integral dari upaya percepatan strategi TLKM 30 yang tengah diusung oleh manajemen TelkomGroup. Secara khusus, inisiatif ini berfokus pada pilar pelepasan nilai atau unlock value. Menurut Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, pilar ini bertujuan untuk mempercepat proses monetisasi aset-aset infrastruktur bernilai tinggi yang dimiliki perusahaan, seperti pusat data, menara telekomunikasi, serta jaringan serat optik. Selain mempercepat monetisasi, pemisahan ini juga dilakukan untuk mendukung transisi Telkom menuju bentuk perusahaan induk strategis.

Apakah langkah spin-off ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah atau BUMN lainnya?

Ya, transaksi pemisahan tahap kedua ini dirancang agar selaras dengan inisiatif yang sedang dijalankan oleh Danantara Asset Management. Lembaga tersebut memiliki program untuk mengonsolidasikan aset-aset Badan Usaha Milik Negara agar pengelolaannya menjadi lebih terintegrasi dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi negara. Dengan menempatkan aset infrastruktur jaringan Telkom di bawah bendera InfraNexia, langkah ini mendukung terciptanya sinergi pengelolaan aset negara yang lebih profesional dan terfokus.

Apakah ada ketidakpastian atau tantangan dalam proses transisi ini?

Sebagai langkah korporasi yang kompleks, transisi Telkom menuju perusahaan induk strategis serta integrasi aset di bawah Danantara Asset Management tentu membawa sejumlah tantangan operasional. Meskipun pemisahan hukum dan aset telah diselesaikan, keberhasilan jangka panjang dari monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi ini masih bergantung pada dinamika pasar telekomunikasi ke depan serta kelancaran proses integrasi sistem operasional secara menyeluruh antara Telkom dan InfraNexia.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNInfrastrukturTelkomInfraNexia

Berita Terbaru Lainnya

Kasus Pemerkosaan Anak di Mamuju, Kronologi dan Penangkapan 15 Terduga PelakuAkhir Pekan, IHSG Menguat dan Rupiah Berada di Level Rp 17.890 per Dolar ASJejak Spiritual Sudono Salim di Gunung Kawi dan Awal Mula BCAPanduan Memastikan Kompatibilitas Fitur eSIM pada Ponsel Android dan iPhoneVinFast Gandeng Bank Danamon Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di IndonesiaPersiapan Penting Sebelum Mengikuti Lelang Mobil BekasHasil Kualifikasi Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Tempati Grid 16Pendaftaran PCPM Bank Indonesia Angkatan 41 Dibuka Mulai 9 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026