Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2026 yang seharusnya menjadi ajang perayaan adat dan kebudayaan di wilayah Papua Pegunungan diwarnai oleh aksi kekerasan bersenjata. Peristiwa penembakan yang menyasar warga sipil di kawasan Walesi ini langsung menarik perhatian publik serta aparat keamanan setempat. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pelaku di balik aksi penembakan tersebut telah teridentifikasi. Pelaku penembakan di FBLB-2026 diidentifikasi sebagai anggota dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari Kodap III Ndugama. Kejadian ini menambah catatan gangguan keamanan yang terjadi di tengah pelaksanaan acara publik yang melibatkan masyarakat luas.
Akibat dari aksi penembakan yang dilakukan secara tiba-tiba tersebut, dua orang warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka yang cukup serius. Kedua korban sipil yang menjadi sasaran tembakan ini diidentifikasi sebagai Laode Muhammad, seorang pria berusia 43 tahun, dan Salbia, seorang wanita berusia 50 tahun. Berdasarkan laporan medis awal, Laode Muhammad mengalami luka tembak yang mengenai bagian lututnya. Sementara itu, korban lainnya, yaitu Salbia, menderita luka tembak pada bagian paha kanan. Serangan ini langsung menghentikan perjalanan kedua korban yang awalnya berniat menikmati festival tahunan tersebut.








