goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Rencana PHK Massal Standard Chartered dan Dampak Kecerdasan Buatan Terhadap Tenaga Kerja

Togar PanjaitanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana PHK Massal Standard Chartered dan Dampak Kecerdasan Buatan Terhadap Tenaga Kerja
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Gelombang efisiensi kembali melanda industri perbankan global secara signifikan. Salah satu raksasa keuangan yang berbasis di London, Standard Chartered, bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menyasar ribuan karyawannya dalam waktu dekat. Langkah ini memicu diskusi hangat mengenai masa depan tenaga kerja di sektor keuangan yang kian terhimpit oleh adopsi teknologi terapan. Faktor utama yang menjadi biang kerok di balik keputusan drastis ini adalah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang mulai menggantikan peran-peran konvensional dalam operasional perbankan sehari-hari.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Keputusan pemangkasan hubungan kerja ini direncanakan berlangsung secara bertahap dalam empat tahun ke depan. Secara spesifik, Standard Chartered berniat memangkas sekitar 15 persen posisi di fungsi korporasi hingga tahun 2030 mendatang. Angka persentase tersebut setara dengan lebih dari 7.000 pekerja yang akan terkena dampak pengurangan dari total sekitar 52.000 pegawai yang saat ini mengisi divisi tersebut. Secara keseluruhan, bank ini memiliki kekuatan kerja global yang mencapai hampir 82.000 pegawai.

Sudut pandang manajemen terhadap perampingan ini dijelaskan secara terbuka oleh CEO Standard Chartered, Bill Winters. Menurut penjelasannya kepada publik, kebijakan PHK ini merupakan bagian dari strategi transisi jangka panjang perusahaan. Pihak manajemen memandang langkah ini sebagai proses nyata untuk mengganti modal manusia (human capital) bernilai rendah dengan modal finansial dan modal investasi yang ditanamkan oleh perusahaan secara berkelanjutan. Dengan kata lain, investasi pada teknologi kecerdasan buatan dinilai memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan mempertahankan struktur staf operasional tradisional.

Meskipun kebijakan ini terdengar sangat keras bagi para pekerja, manajemen Standard Chartered juga menawarkan opsi alternatif bagi karyawan yang ingin bertahan dan berkembang. Perusahaan menyatakan komitmen untuk menyediakan kesempatan peningkatan keterampilan kembali (reskilling) serta penataan ulang posisi kerja (repositioning). Fasilitas ini ditujukan khusus bagi para pegawai yang memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan kemampuan mereka dan berkeinginan melanjutkan karier profesional di tengah perubahan lanskap bisnis bank tersebut. Kebijakan ini diharapkan menjadi penyeimbang di tengah kecemasan pekerja akan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi mesin.

Baca Juga

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Dampak dari restrukturisasi besar-besaran ini diproyeksikan tidak akan merata di seluruh wilayah operasional global mereka. Posisi yang paling rentan terhadap kebijakan rasionalisasi ini berada di pusat operasional bagian belakang (back-office) yang banyak menangani data. Wilayah-wilayah yang menjadi basis operasional utama seperti Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa diprediksi menjadi daerah yang paling terdampak oleh pengurangan tenaga kerja ini. Pusat-pusat operasional di kota-kota tersebut selama ini menangani berbagai proses administratif rutin yang kini semakin mudah diselesaikan secara otomatis oleh kecerdasan buatan.

Langkah Standard Chartered ini bukan merupakan fenomena tunggal di industri keuangan global. Sebagai pembanding, institusi keuangan asal Jepang, Mizuho Financial Group, sebelumnya juga telah mengumumkan rencana serupa untuk mengurangi hingga 5.000 pekerjaan dalam kurun waktu satu dekade. Hal ini menunjukkan tren jangka panjang di mana institusi keuangan besar di berbagai belahan dunia mulai mendefinisikan ulang kebutuhan tenaga kerja mereka demi menjaga daya saing di era digital.

Di balik perampingan organisasi ini, terdapat target kinerja keuangan yang sangat ambisius yang ingin dicapai oleh Standard Chartered. Bank ini menargetkan pencapaian Return on Tangible Equity (ROTE) di atas 15 persen pada tahun 2028, dan memproyeksikan kenaikan lebih lanjut hingga kisaran 18 persen pada tahun 2030. Selain itu, manajemen juga mempercepat target penghimpunan dana baru bersih sebesar US$200 miliar menjadi tahun 2028, maju satu tahun lebih awal dibandingkan dengan target awal yang ditetapkan untuk tahun 2029.

Baca Juga

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Selain mengejar efisiensi biaya melalui pemangkasan staf, Standard Chartered juga melakukan reposisi strategi bisnis. Fokus operasional kini diarahkan pada segmen-segmen yang mampu menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi. Segmen nasabah ritel kaya (wealthy retail) dan institusi keuangan menjadi prioritas utama dalam pengembangan bisnis ke depan. Dengan berfokus pada wilayah Asia Pasifik dan Afrika, bank ini berupaya memaksimalkan potensi pertumbuhan di kawasan-kawasan berkembang tersebut.

Namun, rencana besar ini bukannya tanpa hambatan eksternal yang membayangi stabilitas bank. Manajemen Standard Chartered mengakui bahwa ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, merupakan salah satu risiko utama yang dapat mengganggu target bisnis mereka. Sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian tersebut, pada kuartal pertama tahun ini, bank telah menyisihkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta yang terkait langsung dengan dampak konflik di wilayah Timur Tengah.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PerbankanKecerdasan Buatan

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Belanja Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Syarat, Ketentuan, dan Daftar Harga PromoPerusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga MinyakKetegangan Selat Hormuz Meningkat Setelah Kapal Tanker UEA Diserang RudalPramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKIAntisipasi Risiko ISPA di Tengah Ancaman Cuaca Panas Ekstrem dan El NinoAlasan di Balik Pembongkaran JPO Love-Hate Relationship di Jalan HR Rasuna SaidFakta dan Perkembangan Terkini Penemuan 996 Senjata di Sekolah Swasta Pondok PinangPenerima Beasiswa Baznas Raih 30 Prestasi di Ajang Ilmiah Nasional dan Internasional

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026