goklik.id
BerandaEkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahragaPopuler
Beranda/Nasional

Alasan di Balik Pembongkaran JPO Love-Hate Relationship di Jalan HR Rasuna Said

Marulitua PardedeDiterbitkan 9 Agu 2026 - 08.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan di Balik Pembongkaran JPO Love-Hate Relationship di Jalan HR Rasuna Said
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Mengapa jembatan penyeberangan orang yang sempat viral di media sosial dengan sebutan JPO Love-Hate Relationship di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya harus dibongkar?

Pertanyaan ini muncul di kalangan warga Jakarta setelah melihat keberadaan dua jembatan penyeberangan yang berdiri berdampingan namun tidak saling terhubung. Kepastian mengenai pembongkaran fasilitas penyeberangan tersebut dikonfirmasi setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung di lapangan pada Minggu (9/8). Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi oleh jajaran terkait, mulai dari Kepala Dinas Bina Marga, Walikota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kominfotik. Dari hasil evaluasi di lokasi, diputuskan bahwa salah satu dari kedua jembatan tersebut akan dirobohkan untuk meningkatkan efisiensi tata ruang kota dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para pejalan kaki.

goklik.id

Copyright 2026 goklik.id - All Rights Reserved.

Kategori

EkonomiKeuanganNasionalHukumInternasionalOtomotifNewsTeknologiHukum & KriminalPolitikBisnisOlahraga

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Apa yang melatarbelakangi keberadaan dua jembatan penyeberangan yang posisinya sangat berdekatan tersebut?

Dinas Bina Marga DKI Jakarta memberikan penjelasan teknis yang lebih rinci mengenai kondisi unik ini. Dua jembatan penyeberangan orang yang berdiri berdampingan di Jalan HR Rasuna Said tersebut tidak dapat dihubungkan satu sama lain akibat adanya perbedaan fungsi serta kendala teknis berupa perbedaan tinggi lantai jembatan. Jembatan yang lebih lama merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dibangun dengan gaya desain khas era 1980-an atau awal 1990-an. Sementara itu, jembatan penyeberangan yang berada persis di sebelahnya merupakan fasilitas baru yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek dan PT KAI. Meskipun secara fisik berbeda usia dan pembangunnya, kedua jembatan tersebut memiliki fungsi yang identik, yaitu menyeberangkan pejalan kaki sekaligus menyambungkan akses ke moda transportasi publik, termasuk LRT Jabodebek.

Baca Juga

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Perusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga Minyak

Bagaimana dengan pengalihan akses bagi warga yang biasa menggunakan jembatan penyeberangan lama tersebut?

Sebelumnya, jembatan penyeberangan orang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut berfungsi sebagai akses utama untuk menyeberang menuju Halte Transjakarta. Namun, seiring dengan adanya penataan dan perkembangan moda transportasi, posisi Halte Transjakarta kini dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek. Pemindahan posisi halte ini secara otomatis mengalihkan seluruh akses penyeberangan warga ke jembatan penyeberangan integrasi yang baru. Oleh karena itu, jembatan penyeberangan lama tidak lagi efektif untuk dipertahankan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk merobohkan jembatan lama tersebut demi efisiensi ruang, sedangkan jembatan penyeberangan baru yang terintegrasi akan tetap dipertahankan dan kualitas fasilitasnya akan terus ditingkatkan demi kenyamanan masyarakat.

Bagaimana dengan kondisi jembatan penyeberangan orang di wilayah Jakarta lainnya yang juga membutuhkan perhatian?

Persoalan fasilitas penyeberangan jalan memang menjadi perhatian berbagai pihak di Ibu Kota. Koalisi Pejalan Kaki telah menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan renovasi pada jembatan penyeberangan orang yang membentang dari arah Stasiun UI hingga ke kawasan Pasar Minggu. Selain masalah renovasi, aspek keselamatan jembatan juga menjadi sorotan penting setelah insiden robohnya JPO Tendean akibat tertabrak mobil truk. Kejadian di Tendean tersebut mengungkap betapa pentingnya pemenuhan batas tinggi minimal jembatan sebesar 4,2 meter serta pemasangan rambu atau signage yang memadai untuk mencegah kecelakaan serupa. Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan guna mempercepat proses pembangunan kembali jembatan penyeberangan di Tendean yang roboh tersebut.

Baca Juga

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Pramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKI

Apa saja kebijakan dan langkah penertiban lain yang saat ini tengah didorong oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta?

Selain pembenahan infrastruktur jalan, Gubernur Pramono Anung juga menaruh perhatian pada kedisiplinan aparatur sipil negara dan kebersihan lingkungan. Gubernur sempat melayangkan sindiran kepada para aparatur sipil negara yang berupaya mengakali kebijakan wajib menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu. Di sektor lingkungan, ketegasan juga ditunjukkan dengan adanya instruksi untuk mengumumkan nama-nama perusahaan yang terbukti membuang sampah secara ilegal ke publik. Langkah tegas ini mendapat dukungan penuh dari Komisi D DPRD DKI Jakarta. Sebagai bentuk nyata penegakan aturan, tiga pelaku pembuangan sampah ilegal di kawasan Kramat Jati telah dijatuhi sanksi denda.

Di samping masalah lingkungan dan kedisiplinan pegawai, pemerintah daerah juga berfokus pada kualitas pelayanan publik lainnya. Gubernur menginstruksikan pemberian sanksi tegas bagi tenaga kesehatan yang kedapatan mencibir pasien BPJS di media sosial. Upaya pembenahan pelayanan publik dan penyediaan infrastruktur penyeberangan yang layak ini menjadi krusial di tengah kondisi ketenagakerjaan Jakarta, di mana pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi dengan persentase mencapai 59,30 persen dari total angkatan kerja.

Ikuti goklik.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DKI JakartaPramono AnungInfrastruktur

Berita Terbaru Lainnya

Langkah IAEI dan KNEKS Perkuat Tata Kelola Ekonomi Syariah NasionalPanduan Belanja Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026, Syarat, Ketentuan, dan Daftar Harga PromoPerusahaan Migas AS Raup Keuntungan Triliunan Rupiah per Hari Imbas Lonjakan Harga MinyakKetegangan Selat Hormuz Meningkat Setelah Kapal Tanker UEA Diserang RudalPramono Anung Jamin Data Pajak Aman Pascakebakaran Gedung Bapenda DKIAntisipasi Risiko ISPA di Tengah Ancaman Cuaca Panas Ekstrem dan El NinoFakta dan Perkembangan Terkini Penemuan 996 Senjata di Sekolah Swasta Pondok PinangRencana PHK Massal Standard Chartered dan Dampak Kecerdasan Buatan Terhadap Tenaga Kerja

Paling Banyak Dibaca

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

Nasional

Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan Masyarakat

30 Jul 2026

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

Nasional

Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang Nuklir

1 Agu 2026

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

Keuangan

Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasi

1 Agu 2026

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

Edukasi

Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia Numan

1 Agu 2026

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

Nasional

Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan Pembangunan

4 Agu 2026

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

Olahraga

Jadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Ada Piala AFF, Persija, dan Persebaya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Sinergi Kemensos dan BRIN Perkuat Sekolah Rakyat dan Pemberdayaan MasyarakatNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Peringatan Presiden Prabowo Mengenai Bahaya Perang NuklirNasional 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Diversifikasi Portofolio Mengikuti Tren Kripto dan Saham AS Ter-tokenisasiKeuangan 路 1 Agu 2026
  4. 4Cara Mendapatkan Bimbingan Skripsi Gratis dari Program Keliling Indonesia NumanEdukasi 路 1 Agu 2026
  5. 5Amsakar Achmad Tegaskan Peran Transmigrasi dalam Pemerataan PembangunanNasional 路 4 Agu 2026